Lava Karangetang meluncur 1,1 kilometer! Warga dan wisatawan harap waspada

Sem Muhaling
Kamis, 24 September 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 24/09/26 (Sitaro): Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih terpantau. Guguran lava pijar tercatat meluncur hingga jarak 1.100 meter dari kawah.


Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang untuk periode pengamatan 22 September 2026, guguran lava teramati dengan jarak luncur antara 700 hingga 1.100 meter. Guguran tersebut bergerak ke sejumlah arah, yakni selatan, barat daya, barat, dan barat laut.

Petugas PGA Karangetang Muhamad Fadlan Rasyidin Bina mengatakan, pengamatan visual juga menunjukkan adanya sinar api di puncak Kawah Selatan pada malam hari. Sinar api tersebut terpantau mencapai ketinggian sekitar 5 hingga 10 meter.

Asap kawah mencapai 500 meter

Selain guguran lava, aktivitas Kawah Utara juga menunjukkan adanya hembusan asap. Asap kawah teramati berwarna putih, kelabu hingga cokelat dengan intensitas sedang hingga tebal.


Ketinggian asap kawah tersebut mencapai sekitar 10 hingga 500 meter di atas kawah. Kondisi ini menjadi salah satu indikator bagi petugas untuk terus memantau dan melihat perkembangan aktivitas vulkanik Karangetang.

Secara lebih rinci, guguran lava pijar ke arah selatan mencapai sekitar 700 meter. Sementara guguran ke arah barat daya hingga barat teramati sejauh 700 sampai 1.100 meter, sedangkan ke arah barat laut berada pada kisaran 500 hingga 700 meter.

Puluhan gempa guguran terekam

Aktivitas kegempaan Gunung Karangetang juga masih tercatat selama periode pengamatan tersebut. Pos PGA merekam 43 kali gempa guguran dan 103 kali gempa embusan.

Selain itu, tercatat 28 kali tremor non-harmonik dan 66 kali tremor harmonik. Petugas juga merekam tiga kali gempa hibrid atau fase banyak, dua kali vulkanik dangkal, delapan kali vulkanik dalam, satu kali tektonik lokal, serta empat kali tektonik jauh.

Data kegempaan dan pengamatan visual tersebut menjadi bagian dari pemantauan aktivitas Gunung Karangetang yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pos PGA dan instansi terkait.

Karangetang masih Level II

Melansir Antara News, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menetapkan status Gunung Karangetang pada Level II atau Waspada.

Dengan status tersebut, masyarakat, wisatawan maupun pendaki hendaknya mematuhi rekomendasi keselamatan. Juga tidak mendekati kawasan yang masuk dalam zona prakiraan bahaya.

Pihak berwenang melarang masyarakat dan pengunjung melakukan aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Kawah Dua atau Kawah Utara dan Kawah Utama atau Kawah Selatan. Selain itu, terdapat perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya hingga sejauh 2,5 kilometer yang juga harus dihindari.

Material lava masih rawan runtuh

Pos PGA juga mengingatkan adanya potensi guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ancaman tersebut berkaitan dengan material lava yang telah menumpuk dan kondisinya masih belum stabil.

Sektor yang perlu mendapat perhatian terutama mengarah ke selatan, tenggara, barat dan barat daya. Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar wilayah rawan wajib mengikuti informasi resmi dari Pos PGA dan pemerintah daerah. Jangan memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya. (P-*/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan