Lompat ke konten
Rabu, 14 Oktober 2026
Breaking
Tinju

Menang TKO kontroversial atas Verhoeven, juara dunia tinju Usyk pertahankan gelar

Wolter Rumapar2 menit baca
Bagikan
olexsander usyk
Juara dunia tinju kelas berat WBC, WBA, dan IBF Olexander Usyk (kiri) melayangkan pukulan ke arah lawannya Rico Verhoeven dalam pertarungan di Piramida Giza, Mesir, Minggu (24/5/26). ANTARA/AFP/Khaled Desouki.

PRIORITAS, 24/5/26 (Mesir): Juara dunia kelas berat WBC, WBA, dan IBF Oleksandr Usyk mencetak technical knockout (TKO) yang kontroversial atas petinju Belanda, Rico Verhoeven guna dapat mempertahankan gelar juaranya di Piramida Giza, Mesir, Minggu (24/5/26) WIB.

Keputusan wasit yang tiba-tiba menghentikan pertarungan di ronde ke-11, saat Usyk melancarkan serangkaian pukulan terhadap Verhoeven yang terus bertahan dengan menutup kepala dan tubuh dari gempuran dianggap tindakan yang kontroversial. Verhoeven hanya bisa menggeleng kepala dengan keputusan wasit tersebut.

Keputusan wasit itu langsung memicu reaksi dari penonton karena Verhoeven tampil dominan sepanjang pertarungan. DAZN News mencatat Verhoeven unggul dengan skor 98-92 saat pertarungan dihentikan. Keunggulan angka tersebut semakin memperbesar perdebatan mengenai keputusan penghentian laga.

Sejak ronde pembuka, pertarungan berlangsung dalam tempo tinggi dan menghadirkan kejutan. Verhoeven yang lebih dikenal sebagai legenda kickboxing tampil percaya diri menghadapi salah satu petinju terbaik dunia saat ini.
Petarung asal Belanda itu mampu menunjukkan ketenangan serta disiplin dalam menerapkan strategi yang membuat jalannya laga berlangsung lebih kompetitif.

Verhoeven bertarung dengan sempurna

Selama hampir 11 ronde, Verhoeven bertarung dengan sempurna, membuat Usyk terlihat biasa saja, dan unggul jauh dalam perolehan poin. Verhoeven tampil disiplin, menjaga ritme serangan, serta memanfaatkan jangkauan dan pergerakannya dengan baik.

Di sisi lain, Usyk yang dikenal memiliki kemampuan teknik tinggi dan kecerdasan membaca pertandingan dibuat kesulitan menemukan celah untuk mendominasi jalannya laga. Verhoeven juga beberapa kali berhasil mematahkan ritme permainan Usyk melalui kombinasi serangan cepat dan pergerakan kaki yang efektif.

Strategi tersebut membuat sang juara dunia terlihat kesulitan mengembangkan gaya bertarung khasnya. Momentum krusial terjadi pada saat-saat akhir di ronde ke-11 ketika Usyk melancarkan serangkaian serangan yang membuat Verhoeven terjatuh ke kanvas sebelum ronde berakhir.

Momen tersebut menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertarungan secara drastis. Setelah kesulitan sepanjang laga, Usyk akhirnya menemukan momentum untuk meningkatkan intensitas serangannya. Kombinasi pukulan beruntun yang dilepaskan petinju asal Ukraina itu membuat Verhoeven kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.

Verhoeven berhasil bangkit berdiri. Namun wasit membiarkan kubunya memperbaiki pelindung mulutnya terlebih dahulu.
Saat pertarungan dilanjutkan, Usyk melancarkan serangkaian pukulan terhadap Verhoeven yang sedang lebih bertahan dengan menutup kepala dan tubuh dari gempuran, namun wasit tiba-tiba turun tangan untuk menghentikan pertarungan.

Dilansir dari Antara, dengan hasil itu, Usyk tetap mempertahankan gelar juara sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan dengan 25 kemenangan, termasuk 16 kemenangan melalui KO. Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan posisi Usyk sebagai salah satu petinju terbaik di era modern. (P-*/wr)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami