PRIORITAS, 14/10/26 (Batam): Jajaran PLN Tanjungpinang, Kepulauan Riau, memberlakukan kebijakan penyalaan listrik secara bergilir bagi masyarakat. Pasalnya, pemadaman total (blackout) melanda sistem kelistrikan di Kota Batam yang selama ini menjadi penyuplai utama listrik ke Pulau Bintan, meliputi Tanjungpinang dan Bintan.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini hanya mengandalkan dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Dua fasilitas tersebut yakni PLTD Suka Berenang dan PLTD Kelurahan Air Raja yang memiliki daya maksimal sebesar 32 MegaWatt. Sementara itu, beban rata-rata pemakaian listrik harian di Pulau Bintan jauh melampaui kapasitas darurat tersebut.Β "Sedangkan beban rata-rata pemakaian listrik di Pulau Bintan per hari mencapai 80-100 MegaWatt, makanya kita coba maksimalkan daya yang ada untuk melayani warga secara bergantian per enam jam," kata Manajer UP3 Kota Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, di Tanjungpinang, Selasa (13/10/2026).
Fasilitas Rumah Sakit Jadi Prioritas Utama Serta Penjelasan Kendala Suplai Jarak Jauh
Selanjutnya, pihak PLN memastikan kawasan objek vital seperti rumah sakit mendapat prioritas utama dalam pembagian aliran listrik agar pelayanan kesehatan warga tidak terhambat. Gangguan blackout di Batam sendiri bermula sejak Senin (12/10) pagi akibat sejumlah pembangkit keluar dari sistem.
Kondisi tersebut membuat pembangkit lain tidak mampu menanggung beban daya yang terlalu tinggi.
Pihak manajer menjelaskan bahwa PLTD lokal di Tanjungpinang tidak dapat mengirimkan aliran listrik ke wilayah Bintan karena jarak yang terlalu jauh. Pemaksaan pengiriman daya justru berisiko memicu penurunan tegangan serta merusak peralatan elektronik milik masyarakat.
"Sampai tadi malam, listrik di Batam juga belum pulih total. Kondisinya padam nyala hingga pagi," ujar Rully Agus Widanarto.
"Kalau kita paksakan, masyarakat tetap tak bisa maksimal menikmati listrik. Justru dapat merusak peralatan listrik," ucapnya.
Target Pemulihan Total Menunggu Normalisasi PLTU Tanjung Kasam Batam
Sementara itu, PLN Tanjungpinang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga yang masih terdampak pemadaman, khususnya di wilayah Kijang dan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Upaya pemulihan suplai arus dari Batam terus dikoordinasikan secara intensif.
Otoritas kelistrikan menargetkan pengiriman daya dapat kembali tersambung secara bertahap.
Normalisasi penuh di Pulau Bintan sangat bergantung pada pemulihan operasional PLTU Tanjung Kasam di Batam. PLN memperkirakan pasokan listrik di wilayah Bintan dapat pulih secara keseluruhan menyusul pulungnya sistem transmisi utama tersebut.
"Mudah-lumahan malam ini, pasokan listrik di Pulau Bintan sudah pulih 100 persen," kata Manajer UP3 Kota Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto.
(P-Ant*/Gio R)








