Tiga film Hollywood tayang bersamaan di Indonesia, dari kisah ‘survival’ hingga aksi Avengers

Rebecca Wilhelmina T
Rabu, 23 September 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 23/9/26 (Jakarta): Bagi pencinta film Hollywood, 23 September 2026 menjadi salah satu tanggal yang cukup menarik.


Ada tiga film dengan genre berbeda yang hadir di bioskop Indonesia secara bersamaan, yaitu “Heart of the Beast”, “Daniel and The Fiery Furnace”, dan “Avengers: Endgame Encore”.

Ketiganya menawarkan pengalaman menonton yang berbeda. Mulai dari perjuangan bertahan hidup di alam liar, kisah religi tentang keteguhan iman, hingga kembalinya salah satu film terbesar Marvel ke ayer lebar.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah synopsis ketiga film tersebut.


“Heart of the Beast”

“Heart of the Beast” menghadirkan Brad Pitt sebagai James Belmont, mantan prajurit Special Forces yang mengalami kecelakaan pesawat di tengah belantara Alaska. Ia hanya ditemani Odin, anjing tempur yang telah pensiun.

Keduanya harus melewati cuaca ekstrem dan berbagai ancaman alam liar untuk menemukan jalan kembali ke peradaban. Perjalanan tersebut juga menjadi kesempatan bagi James untuk menghadapi trauma dari masa lalunya.

Film ini disutradarai David Ayer, yang sebelumnya bekerja sama dengan Brad Pitt dalam “Fury” (2014).

Film ini cocok bagi penonton yang menyukai cerita survival dengan ketegangan yang cukup intens. Pemandangan alam liar dan situasi ekstrem menjadi bagian penting dari pengalaman menonton, sementara hubungan James dan Odin memberikan sisi emosional dalam cerita.

Dengan durasi 101 menit dan klasifikasi R13, film ini juga cukup nyaman untuk menjadi pilihan tontonan bersama teman atau keluarga dengan usia yang sesuai.

Siapkan diri untuk melihat perjalanan yang penuh tantangan dan beberapa adegan menegangkan. Bagi pencinta film tentang hubungan manusia dan hewan, interaksi antara James dan Odin juga menjadi salah satu bagian yang menarik untuk diperhatikan.

Fakta menarik, karakter Odin diperankan oleh empat anjing dengan peran berbeda. Beberapa adegan yang menggambarkan Alaska juga sebenarnya direkam di kawasan terpencil Pulau Selatan, Selandia Baru, dengan sejumlah lokasi yang hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter.

“Daniel and The Fiery Furnace”

Salah satu adegan dalam film “Daniel and The Fiery Furnace”. (Ist.)

Film “Daniel: The Fiery Furnace” mengangkat kisah Daniel yang hidup dalam pembuangan di Babilonia bersama tiga sahabatnya, Sadrach, Mesakh, dan Abednego.

Daniel kemudian mendapatkan posisi penting di istana Raja Nebukadnezar. Namun, situasi berubah ketika sang raja memerintahkan rakyat untuk menyembah patung emas.

Daniel dan ketiga sahabatnya menolak mengikuti perintah tersebut karena ingin mempertahankan keyakinan mereka. Keputusan tersebut membawa mereka menghadapi ancaman hukuman yang berat.

Film ini menawarkan pengalaman yang berbeda. Ceritanya lebih menonjolkan drama, sejarah, dan unsur religi. Penonton akan diajak mengikuti perjalanan Daniel dalam menghadapi tekanan kekuasaan sekaligus mempertahankan keyakinannya.

Dengan durasi sekitar 108 menit dan klasifikasi R13, film ini dapat menjadi pilihan bagi penonton yang menyukai film epik dengan cerita yang memiliki unsur spiritual dan sejarah.

Sebelum menonton, penonton yang familiar dengan kisah Daniel dalam Alkitab mungkin akan lebih mudah mengikuti ceritanya. Namun, film ini tetap dapat dinikmati sebagai drama epik bagi penonton yang belum mengetahui kisah tersebut.

“Daniel: The Fiery Furnace” diangkat dari kisah dalam Kitab Daniel di Alkitab dan disutradarai sekaligus ditulis oleh Matthew Kooman dan Daniel Kooman.

“Avengers: Endgame Encore”

Hadir sebagai bagian dari persiapan menuju film Marvel berikutnya, “Avengers: Endgame Encore” menghadirkan para superhero yang tersisa dari kekalahan melawan Thanos. (Courtesy: Marvel Studios)

Bagi penggemar Marvel, ”Avengers: Endgame Encore” menjadi salah satu tontonan yang menarik untuk kembali disaksikan di bioskop.

Film ini kembali menghadirkan kisah para Avengers setelah kekalahan mereka dari Thanos. Para superhero yang tersisa kemudian berusaha mengumpulkan Infinity Stones melalui misi perjalanan waktu untuk membalikkan keadaan.

Menonton kembali “Endgame” di layar lebar tentu menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan menontonnya di rumah. Adegan aksi berskala besar, musik, dan momen emosional para karakter menjadi lebih terasa ketika disaksikan dalam format bioskop.

Hal yang juga menarik, Encore bukan sekadar pemutaran ulang biasa. Versi ini hadir sebagai bagian dari persiapan menuju film Marvel berikutnya dan memiliki materi tambahan yang berkaitan dengan kelanjutan cerita.

Hal pertama yang perlu disiapkan adalah waktu. Film ini memiliki durasi sekitar 186 menit, sehingga penonton sebaiknya memilih jadwal yang cukup longgar.

Bagi yang sudah lama tidak mengikuti Marvel Cinematic Universe, menonton kembali beberapa film Avengers sebelumnya juga dapat membantu mengingat hubungan antarkarakter dan cerita sebelum Endgame.

“Avengers: Endgame Encore” merupakan film yang menjadi penutup dari rangkaian 22 film Marvel Studios sebelumnya. Versi Encore sendiri ditayangkan kembali secara eksklusif mulai 23 September 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju kelanjutan kisah Avengers.

Dengan hadirnya ketiga film tersebut mulai 23 September 2026, penonton memiliki beberapa pilihan tontonan sesuai dengan genre dan pengalaman yang ingin dinikmati di bioskop. (P-*/rwt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan