PRIORITAS, 20/10/26 (Batam): Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bergerak cepat menjamin keandalan sistem kelistrikan di Pulau Bintan. Pasalnya, pemerintah daerah segera mengajukan usulan pembangunan pembangkit listrik mandiri langsung kepada Kementerian ESDM.
Langkah strategis ini mencakup wilayah operasional Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan pada Selasa (20/10/2026).
Pemerintah bertekad mengakhiri ketergantungan pasokan daya Pulau Bintan yang selama ini menginduk penuh ke Kota Batam. Langkah ini diambil usai insiden pemadaman total (blackout) selama dua hari yang melumpuhkan Bintan pekan lalu.
"Selama ini, listrik Pulau Bintan masih bergantung pasokan daya dari Kota Batam, makanya kita coba ajukan pembangunan pembangkit sendiri ke pusat," kata Kepala Dinas ESDM Kepri, M. Darwin, di Tanjungpinang, Selasa (20/10/2026).
PLN Gandeng Pembangkit Tanjung Sauh Dan PLTU PT BAI Sebagai Solusi Jangka Pendek
Selanjutnya, PLN menyiapkan langkah darurat jangka pendek guna mencegah terulangnya pemadaman listrik secara massal. Otoritas kelistrikan menjajaki kerja sama pasokan daya bersama pembangkit listrik di kawasan Tanjung Sauh, Batam.
Langkah ini memperkuat jaringan lokal yang selama ini hanya mengandalkan dua PLTD berkapasitas 30–35 MW.
Padahal, total kebutuhan listrik masyarakat dan industri di Pulau Bintan mencapai angka 105 MW. Selain itu, PLN juga menguji peluang kerja sama pasokan bersama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).
"Kebutuhan listrik Pulau Bintan sekitar 105 MegaWatt. Kalau sebagian bisa disuplai dari Tanjung Sauh, InsyaAllah aman dan cukup," kata M. Darwin.
Gubernur Ansar Ahmad Dijadwalkan Temui Menteri ESDM Demi Kemandirian Energi Bintan
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dijadwalkan segera bertemu langsung dengan Menteri ESDM di Jakarta. Pertemuan tingkat tinggi tersebut khusus membahas pengusulan proyek pembangunan pembangkit listrik baru di Pulau Bintan.
Kemandirian energi Pulau Bintan dinilai krusial guna mempercepat penanganan saat terjadi gangguan teknis.
Pemerintah daerah optimistis kemandirian pasokan listrik ini akan meningkatkan daya saing investasi serta kenyamanan masyarakat. Infrastruktur energi yang kokoh menjadi pondasi utama pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepulauan Riau.
"Penanganannya juga lebih mudah kalau terjadi kerusakan," kata M. Darwin.
(P-Gio R)








