Lompat ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSINTERNASIONALHUMANIORANEWSVIRALKemanusiaan

Bergerak, Paus Leo XIV telepon Putin dan Zelensky

Menyerukan gencatan senjata kemanusiaan

Manuella Julietta3 menit baca
Bagikan
Bergerak, Paus Leo XIV telepon Putin dan Zelensky
Paus Leo XIV meninggalkan Rumah Sakit Universitas Gemelli di Roma, Italia, Sabtu 17 Oktober 2026, setelah menjalani operasi pengangkatan tumor ganas pada paru-paru kanannya empat hari sebelumnya. Pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun itu diizinkan pulang setelah tim dokter menyatakan kondisi kesehatannya membaik. (Courtesy Beritasatu.com/AFP/Alberto Pizzoli)

PRIORITAS, 20/10/26 (Vatikan): Pemimpin umat Kristen Katolik dunia, Paus Leo XIV kembali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Ukraina setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Senin (19/10/26) waktu setempat. Percakapan tersebut berlangsung tiga hari setelah pemimpin Gereja Katolik itu menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas krisis kemanusiaan di Kota Oleshky.

Pihak Vatikan menyatakan Paus Leo XIV meminta Rusia dan Ukraina bekerja sama membuka akses bantuan makanan, obat-obatan, serta memfasilitasi evakuasi warga sipil yang terjebak pertempuran di Oleshky, wilayah Kherson, Ukraina selatan.

"Bapa Suci mengingatkan situasi serius di Kota Oleshky, wilayah Kherson, serta merujuk pada permintaan gencatan senjata kemanusiaan yang sebelumnya disampaikan kepada Presiden Federasi Rusia," demikian pernyataan Vatikan, dikutip dari AFP, Selasa (20/10/26) ini.

Selanjutnya Paus berharap komunikasi dengan kedua pemimpin negara dapat membuka jalan bagi penyaluran bantuan dan penyelamatan penduduk sipil.

Peningkatan serangan Rusia

Pada unggahan melalui Facebook, Zelensky mengungkapkan telah menjelaskan kepada Paus Leo XIV perkembangan konflik, termasuk peningkatan serangan Rusia terhadap sejumlah kota dan permukiman di Ukraina.

Juga Zelensky menyinggung kurangnya peringatan dini dari negara-negara mitra mengenai ancaman serangan Rudal Balistik Rusia.

Disebutnya, kondisi tersebut telah terjadi tiga kali dalam beberapa waktu terakhir.

Tuduh AS tahan info intelijen

Sebelumnya Presiden Ukraina  menuduh Amerika Serikat (AS) menahan informasi intelijen penting dan memperlambat dukungan sistem komunikasi yang digunakan militer Ukraina untuk melancarkan serangan balasan. Namun, pemerintah AS membantah tuduhan tersebut.

Disebutkan, kondisi penduduk Oleshky menjadi perhatian utama Paus Leo XIV setelah wilayah yang berada di bawah pendudukan Rusia itu mengalami krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Dilaporkan, warga menghadapi kekurangan makanan dan obat-obatan di tengah pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina.

Oenghentian sementara pertempuran

Sementara itu, dalam pembicaraannya dengan Putin pada Jumat (16/10/26), Paus meminta penghentian sementara pertempuran agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan.

Lalu Kremlin menyatakan Putin mendoakan kesembuhan Paus, tetapi juga menyalahkan pemerintah Ukraina atas memburuknya situasi kemanusiaan di Oleshky.

Dengan pernyataan tersebut memperlihatkan masih adanya perbedaan pandangan antara Moskwa dan Kyiv mengenai penyebab krisis di wilayah tersebut.

Aksi diplomasi saat masih sakit

Adapun upaya diplomasi Paus Leo XIV berlangsung ketika dirinya masih menjalani pemulihan setelah operasi kanker paru-paru. Pemimpin gereja Katolik berusia 71 tahun itu menjalani operasi pengangkatan kanker paru-paru kanannya di Rumah Sakit Gemelli, Roma, pada Selasa (13/10/26). Paus diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pada Minggu (18/10/26).

Pada penampilan publik pertamanya setelah menjalani perawatan, Paus menyampaikan keinginannya untuk kembali menjalankan aktivitas secara bertahap.

Kendati masih dalam pemulihan, Paus Leo XIV tetap melanjutkan komunikasi diplomatik dengan Rusia dan Ukraina sebagai bagian dari upaya Vatikan mendorong perdamaian.

Sebagaimana Beritasatu.com melansir, Vatikan berharap kedua negara dapat mengutamakan keselamatan penduduk sipil dan membuka akses bantuan kemanusiaan di tengah perang yang masih berlangsung. (P-*/man) 


Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami