Lompat ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Breaking
KESRAAnakPerempuan

Tips dari Psikolog: Orang Tua Tetap Bisa 'Me Time' dan Jalani Hobi Tanpa Abaikan Anak

Rebecca Wilhelmina T3 menit baca
Bagikan
Tips dari Psikolog: Orang Tua Tetap Bisa 'Me Time' dan Jalani Hobi Tanpa Abaikan Anak
Salah satu tempat penitipan anak di Pemprov Jawa Tengah. Psikolog berpendapat, saat menitipkan anak kepada orang lain, pastikan orang yang dititipi memahami bahwa ia sedang bertanggung jawab menjaga anak, bukan sekadar berada di dekatnya. (Courtesy: Antara)

PRIORITAS, 20/10/26 (Jakarta): Meluangkan waktu untuk diri sendiri (me time) atau menjalankan hobi merupakan hal yang penting bagi orang tua demi menjaga kesehatan mental.

Namun, keselamatan dan kebutuhan anak tetap harus menjadi prioritas utama. Psikolog anak dan remaja mengingatkan orang tua untuk membangun kerja sama pengasuhan (support system) yang kuat agar aktivitas pribadi tetap berjalan tanpa mengabaikan anak.

Belakangan ini, isu keselamatan anak saat orang tua menjalani hobi hangat diperbincangkan di media sosial.

Hal ini mencuat setelah adanya insiden tragis seorang balita yang meninggal akibat terjatuh di sebuah hotel di Samarinda saat orang tuanya sarapan

Insiden sejenis terjadi pada kasus anak yang ditinggal sendirian di dalam tenda demi orang tuanya mendaki Gunung Prau.

Pentingnya Membangun Support System yang Aman

Direktur Lembaga Psikologi Daya Insan, Sani B. Hermawan, S.Psi, menjelaskan bahwa peluang orang tua untuk mendapatkan me time sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dukungan pengasuhan di sekitar mereka.

"Orang tua itu sebenarnya masih bisa meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Cuma, kalau support system-nya tidak banyak, peluang orang tua memiliki me time mungkin akan jadi lebih sedikit," ujar Sani, Selasa (20/10/26), seperti dilansir dari Antara.

Sani menambahkan, kerja sama pengasuhan ini bisa dibangun bersama pasangan (suami/istri), kakek dan nenek, saudara kandung, serta pengasuh (babysitter) yang dapat dipercaya.

Selain itu, orang tua disarankan mengenalkan anak secara bertahap kepada orang dewasa lain yang aman agar anak terbiasa berinteraksi selain dengan orang tuanya saja.

Manfaatkan Waktu Tidur Anak dan Bersikap Realistis

Bagi orang tua yang tidak memiliki banyak dukungan pengasuhan, Sani menyarankan untuk memanfaatkan waktu singkat ketika anak sedang tidur.

Waktu tersebut bisa digunakan untuk menonton, membaca, atau melakukan hobi ringan di rumah.

Kendati demikian, orang tua harus tetap realistis dengan ketersediaan waktu yang ada, terutama jika anak masih bayi dan membutuhkan pengawasan yang sangat intensif.

Alihkan Tanggung Jawab Pengasuhan Secara Jelas

Senada dengan Sani, psikolog klinis anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, menekankan pentingnya kejelasan saat menitipkan anak.

Pengasuhan harus dialihkan secara tegas kepada orang dewasa yang bersedia, dipercaya, dan dinilai mampu mengawasi.

"Pastikan orang yang dititipi memahami bahwa ia sedang bertanggung jawab menjaga anak, bukan sekadar berada di dekatnya," tegas Vera.

Vera membagikan beberapa tips penting sebelum orang tua meninggalkan anak untuk me time.

Komunikasi jujur: Jelaskan kepada anak dengan bahasa sederhana tentang siapa yang akan menemaninya dan kapan orang tua akan kembali.

Jangan pergi diam-diam: Menghilang secara tiba-tiba tanpa pamit bisa memicu kecemasan pada anak.

Fokus kembali ke anak: Luangkan waktu untuk langsung berinteraksi dan memberikan perhatian penuh kepada anak setelah Anda selesai melakukan aktivitas pribadi.

Vera mengingatkan, bagi orang tua yang ingin melakukan aktivitas luar ruangan seperti mendaki gunung, agar rencana dan target perjalanan selalu disesuaikan dengan kebutuhan serta standar keselamatan anak, bukan ego orang tua semata. (P-Ant/rwt)

 

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami