Lompat ke konten
Sabtu, 17 Oktober 2026
Breaking
BUDAYAKESRAAkulturasiPerempuan

Meiline Tenardi: Bertumbuh dalam Keteguhan, Berbagi dengan Kelembutan Hati

Penerima Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia 2026

Rebecca Wilhelmina T5 menit baca
Bagikan
Meiline Tenardi: Bertumbuh dalam Keteguhan, Berbagi dengan Kelembutan Hati
Meiline Tenardi, salah satu penerima Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia 2026. (Courtesy: Peraga/CPTI)

PRIORITAS, 17/10/26 (Jakarta): Bagi Meiline Tenardi, hidup adalah sebuah proses belajar yang tidak pernah mengenal kata selesai. Perempuan kelahiran Pangkalpinang, 20 Agustus 1962 ini dikenal luas sebagai pengusaha sukses di bidang manufaktur dan hospitality, sekaligus seorang aktivis sosial yang mendedikasikan waktunya untuk pemberdayaan perempuan.

Namun, di balik deretan pencapaian dan penghargaan yang diterimanya, sosok yang akrab disapa Mei atau Meil ini adalah pribadi yang bersahaja, yang memandang setiap pencapaian bukan sebagai akhir dari sebuah perjalanan, melainkan sebagai sebuah amanah untuk berbuat lebih banyak bagi sesama.

Meiline Tenardi adalah salah satu dari enam penerima  Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia 2026 pada awal Oktober lalu di Ballroom Hotel Aryaduta Menteng Jakarta, yang diadakan Peraga Indonesia.

Sekolah Kehidupan di Toko Kelontong Bangka

Meiline lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Tionghoa sederhana di Bangka. Ayah dan ibunya menjalankan sebuah toko kelontong yang menyatu dengan rumah tinggal mereka.

Di sanalah, di antara riuhnya aktivitas melayani pembeli, Meiline kecil mendapatkan sekolah kehidupan pertamanya. Ia melihat dan mempraktikkan langsung arti kerja keras, disiplin, hidup hemat, dan tanggung jawab.

Keluarga besar Meiline berakar pada tradisi Tionghoa yang kuat. Di rumah, mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Khek (Hakka), dan merayakan Imlek serta penghormatan leluhur sebagai tradisi keluarga.

Meski tumbuh dalam kultur Tionghoa, Meiline mengenyam pendidikan di sekolah Katolik dan dibesarkan dalam iman Katolik—keyakinan yang kemudian juga dipeluk oleh kedua orang tuanya di hari pernikahan emas mereka pada tahun 2001.

Tumbuh di Bangka membuat Meiline tidak pernah merasa ada sekat antara identitas Tionghoa dan Indonesia. Baginya, perpaduan itu mengalir sangat alami.

"Saya mengenal diri saya sebagai perempuan Indonesia yang mempunyai akar Tionghoa. Akar memberi kita identitas, Indonesia memberi kita rumah. Dan apa yang kita lakukan untuk rumah itu adalah bagian dari tanggung jawab kita," ungkap istri dari Yongki Widjaja serta ibu dari Glenda Garcia Widjaja dan Garren Gavril Widjaja ini.

Meiline Tenardi (kanan) menerima Anugerah CPTI 2026 dari Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, S.H., M.Kn. (Courtesy: Peraga/CPTI)

Warisan Nilai dari Papa dan Mama

Karakter Meiline hari ini dibentuk secara mendalam oleh kedua orang tuanya melalui teladan nyata. Sang Papa adalah sosok pekerja keras yang sangat menjunjung tinggi pendidikan. Bahkan, demi memberikan akses sekolah yang lebih baik bagi anak-anaknya, sang Papa rela memindahkan keluarga dari Belinyu ke Pangkalpinang sesaat sebelum Meiline lahir.

Dari sang Papa, Meiline belajar tentang disiplin, harga diri, dan cara menilai karakter seseorang. "Papa pernah bertanya, ‘Kalau seseorang suka sama kamu, tentu dia baik sama kamu. Tetapi apakah dia juga baik sama orang lain?’ Itu pelajaran yang sangat kuat. Karakter asli seseorang terlihat dari bagaimana ia memperlakukan manusia pada umumnya, bukan hanya orang yang ia butuhkan," kenang lulusan Akademi Sekretaris LPK Tarakanita Jakarta ini.

Sementara sang Papa membentuk keteguhannya dalam menghadapi hidup, sang Mama membentuk kelembutan hatinya melalui kasih dan kesabaran.

Satu pesan ibundanya yang selalu melekat di hati Meiline adalah: "Tidak apa-apa orang tidak baik sama kita. Yang penting kita tetap baik sama orang."

Bagi Meiline, kebaikan ini bukanlah kelemahan, melainkan ketegasan prinsip agar keburukan orang lain tidak mendikte karakter diri kita sendiri.

Dari Dunia Profesional, Bisnis, hingga Menjawab Panggilan Sosial

Perjalanan karier Meiline dimulai dari jalur profesional sebagai sekretaris sejak tahun 1984 hingga awal 1992. Pengalaman ini membentuk kedisiplinannya yang kuat.

Waktu pun bergulir, dan pada tahun 2015, ia memberanikan diri terjun ke dunia usaha. Kini, ia aktif memimpin bisnis hospitality melalui The Seminyak Suites Private Villas di Bali dan Double G Resort di Anyer.

Namun, titik balik pemikiran Meiline terjadi saat dunia dihantam pandemi Covid-19. Di kala roda aktivitas dunia melambat, ia mulai merenungkan makna waktu dan pencapaian hidup. Ia menyadari bahwa keberhasilan materi dan kepuasan diri saja tidak lagi cukup. Pencapaian akan jauh lebih bernilai ketika bisa mendatangkan manfaat bagi orang lain.

Didorong oleh kesadaran itulah, pada 3 Maret 2023, Meiline mendirikan KPPB (Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi). Melalui wadah ini, ia fokus bergerak dalam aksi sosial dan pemberdayaan perempuan, mendorong mereka untuk mengenali nilai diri, meningkatkan kapasitas, serta berani bersuara dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Berkat dedikasi dan dampak nyata yang diberikannya kepada masyarakat, Meiline dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya:

·         Indonesia’s Beautiful Women 2023 — HighEnd Magazine

·         Anugerah Gatra Citra Perempuan Indonesia 2024 — Adhi Bhakti Krama Pertiwi

·         Woman Empower Woman Award 2024

·         Woman of the Year 2024 — Influential Woman in Future Insight

·         Obsession Talk 2025 — Apresiasi Ibu Organisatoris

·         HighEnd Editor’s Tribute Awards 2025 — Social Impact Advocate of the Year

·         Women’s Inspiration Awards 2026 — Woman of Social Impact

Menyikapi deretan penghargaan tersebut, Meiline menerimanya dengan penuh rasa syukur namun tetap membumi. "Saya tidak melihat penghargaan sebagai tanda bahwa seseorang sudah sampai. Bagi saya, penghargaan adalah sebuah kepercayaan—dan setiap kepercayaan membawa tanggung jawab untuk menjaga integritas serta terus memberi manfaat," tuturnya.

Meiline Tenardi menerima setiap penghargaan dengan penuh rasa syukur namun tetap membumi. (Courtesy: Peraga/CPTI)

Terus Belajar dan Memberi Dampak

Di usianya yang telah matang, semangat belajar Meiline tidak pernah padam. Bukti nyatanya, saat ini ia kembali duduk di bangku kuliah untuk menempuh pendidikan di jurusan Psikologi. Baginya, pendidikan bukan sekadar mengejar gelar, melainkan sarana untuk memperluas cara berpikir, mematangkan keputusan, dan memperbaiki cara memperlakukan sesama manusia.

Bagi Meiline, perjalanan hidupnya adalah sebuah ekosistem yang saling melengkapi: dunia kerja mengajarkan disiplin, bisnis mengasah keberanian, kegiatan sosial memberikan kebermanfaatan, dan pendidikan terus mengingatkannya untuk tetap rendah hati.

Ketika ditanya mengenai target masa depannya, Meiline tidak lagi berbicara tentang puncak karier atau pencapaian pribadi. Fokusnya kini adalah memberikan warisan nilai yang baik bagi generasi penerus.

"Pada tahap kehidupan sekarang, saya tidak lagi bertanya 'Apa lagi yang ingin saya capai?', melainkan 'Dengan waktu yang masih saya punya, apa lagi yang bisa saya berikan?' Saya ingin melihat lebih banyak perempuan sadar akan martabatnya, karena ketika seorang perempuan bertumbuh dan matang, dampaknya akan mengubah cara ia membangun keluarga, mendidik anak, dan membentuk kualitas sebuah generasi." (P-rwt)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami