PRIORITAS, 17/10/26 (Solo): Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih berlanjut dan viral.
Jokowi pun menyebut, polemik ijazah dirinya dan ijazah putra sulungnya sekaligus Wapres, Gibran Rakabuming Raka, sebagai operasi politik.
Selanjutnya, Jokowi mengatakan ada penunggang gelap di balik polemik ijazah dirinya dan Gibran.
"Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi seperti dilansir detikJateng, Jumat (16/10/26) kemarin.
"Tapi ya buat saya biasa aja," tambahnya.
Menutup isu-isu lain
Lalu Jokowi tidak memungkiri bahwa polemik ijazah dirinya dan ijazah Gibran bisa menutup isu-isu lain.
Juga Jokowi menyebut operasi politik itu untuk menurunkan reputasi dirinya dan Gibran.
"Bisa saja seperti itu, bisa saja, memang sekalian lagi operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang," ujarnya lagi.
Dilansir Detik.com selanjutnya, terkait dugaan operasi politik tersebut menyasar dirinya atau Gibran, Jokowi menilai dua nama tersebut berpotensi menjadi sasaran.
"Ya dua-duanya bisa (Jokowi dan Gibran)," demikian Presiden ke-7 RI. (P-*/jr)









