Lompat ke konten
Sabtu, 17 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSIPTEKTEKNOTeknologiArtificial Intelegence

Gibran: Kuasai teknologi AI dan robotika, bukan sekedar pengguna

Juga mampu kembangkan inovasi untuk menjawab tantangan zaman

Selvijn MJR2 menit baca
Bagikan
Gibran: Kuasai teknologi AI dan robotika, bukan sekedar pengguna — foto 1
1 / 2
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan robotika di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026). (Antara/BPMI Setwapres)

PRIORITAS, 17/10/26 (Jakarta): Dengan nada meyakinkan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong generasi muda untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan zaman.

“Kita ingin ke depan, para santri ini juga akan dapat menjawab tantangan zaman. Jadi, kita berpacu, jangan sampai ketinggalan dengan negara lain,” kata Gibran ketika meninjau pelatihan AI dan robotika di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (16/19/26) kemarin.

Selanjutnya Gibran mengatakan kesempatan mempelajari teknologi masa depan harus terbuka bagi seluruh generasi muda, termasuk santri, agar mereka mampu berperan dalam pengembangan teknologi.

Aasah kemampuan berpikir kritis, berpikir komputasional, dan memecahkan masalah

Wapres Gibran menambahkan, pembelajaran AI dan robotika tidak semata-mata bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, berpikir komputasional, dan memecahkan masalah.

“Mempelajari AI/robotic bukan berarti harus jadi programer, tapi justru melatih berfikir kritis, berfikir komputasional, dan terbiasa melakukan 'problem solving',” ujarnya, dikutip,media.

Ia menilai pembelajaran teknologi perlu dilakukan secara praktis dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas pekerjaan.

Di samping penguasaan teknologi, Wapres mengingatkan para santri agar tetap mengutamakan akhlak dan karakter dalam memanfaatkan perkembangan digital.

Gibran menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi, mengenali hoaks, melindungi data pribadi, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

“Gunakan teknologi dengan bijak. Jaga kerahasiaan data. Jaga diri dari hoaks, dan jangan gunakan untuk merugikan orang lain,” katanya berharap.

Pada kunjungan tersebut, Gibran berinteraksi dengan sejumlah santri yang memperlihatkan hasil percobaan mereka, termasuk aplikasi pengenalan wajah untuk pencatatan kehadiran.

Gibran mengapresiasi inovasi para santri yang baru beberapa hari mempelajari dasar-dasar pemrograman dan kecerdasan buatan.

Sementara salah seorang santri kelas XII SMA bernama Reyhan mengaku pelatihan tersebut memotivasinya untuk mendalami teknologi dan mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Walaupun saya baru empat hari menerima pelajaran tentang robotik ini, ini sangat memotivasi saya untuk bisa mendalami lebih jauh tentang teknologi, dan menciptakan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi banyak orang,” kata Reyhan menjelaskan.

Sebagaimana Antara melansir, pelatihan AI dan robotika di Pondok Pesantren Dalwa menjadi salah satu kegiatan pengenalan teknologi kepada santri untuk mengembangkan keterampilan digital tanpa meninggalkan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter. (P-*/sel)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami