Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia Dr. Afriansyah Noor, M.Si. (Dok. Humas Kemnaker).
PRIORITAS, 6/7/2026 (Jambi): Perluasan kesempatan kerja dan penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi fokus dalam Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM Polda Jambi. Kegiatan yang dibuka Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor di Kota Jambi, Senin (22/6/2026), menjadi wadah mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor UMKM.
Afriansyah menilai UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional sekaligus pencipta lapangan kerja. Di tengah perkembangan teknologi, pelaku UMKM juga memiliki peluang besar untuk berkembang lebih cepat dengan memanfaatkan kemampuan digital generasi muda.
Menurutnya, anak muda tidak perlu terpaku mengejar pekerjaan di perusahaan besar. Banyak UMKM yang membutuhkan talenta kreatif, inovatif, dan menguasai teknologi untuk meningkatkan daya saing usaha.
"Masa depan ekonomi kita tidak hanya digantungkan pada segelintir perusahaan besar, melainkan pada jutaan UMKM yang bergerak lincah di akar rumput. Kepada generasi muda, jika pintu korporasi besar belum terbuka, tengoklah kanan-kiri Anda. Ada banyak UMKM berkembang yang butuh pikiran segar dan keahlian digital Anda," ujar Afriansyah.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor yang mampu memperluas akses kerja sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut dinilai memberi ruang bagi pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM memperluas jaringan usaha.
Afriansyah juga menilai keterlibatan Polda Jambi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut mencerminkan komitmen mendukung stabilitas sosial melalui penguatan ekonomi keluarga dan penciptaan lapangan kerja.
"Ketika institusi kepolisian membuka ruang selebar-lebarnya untuk memfasilitasi pertemuan antara penyedia dan pencari kerja, ini adalah langkah preventif terbaik. Ini bentuk penegakan hukum dalam dimensi paling mulia, yaitu mencegah ketimpangan sosial," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah mengajak dunia usaha dan dunia industri menerapkan proses rekrutmen yang terbuka, inklusif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pencari kerja. Langkah tersebut dinilai penting untuk melahirkan tenaga kerja yang kompeten sekaligus memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat.
Ia juga mendorong para pencari kerja memanfaatkan momentum job fair untuk menunjukkan kemampuan, kompetensi, serta etos kerja terbaik dalam menghadapi persaingan di dunia kerja.
"Acara Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru dalam mengentaskan pengangguran dan memperluas kesempatan kerja di wilayah Provinsi Jambi," ujar Afriansyah.
Menurutnya, upaya menekan angka pengangguran tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan maupun dinas ketenagakerjaan saja. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, kepolisian, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan lebih banyak peluang kerja sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R)








