PRIORITAS, 17/10/26 (Batam): Wali Kota Batam Amsakar Achmad akhirnya angkat bicara merespons tudingan publik yang menyebut dirinya "menghilang" saat insiden pemadaman listrik total (blackout) melanda Kota Batam. Amsakar menegaskan dirinya tetap bekerja dan berkoordinasi menanganani dampak pemadaman meski dalam kondisi kurang sehat.
Amsakar menjelaskan, alasan dirinya tidak langsung memberikan pernyataan resmi ke publik saat krisis terjadi adalah untuk mencegah kepanikan dan keresahan masyarakat. Menurutnya, penjelasan teknis mengenai penyebab pemadaman merupakan wewenang penuh pihak PLN.
“Saya ingin mengatakan begini, ketika sesuatu itu belum final, tidak mungkin bagi kita membuat statement yang kemudian membuat warga kita semakin resah,” ujar Amsakar, Jumat (16/10/2026).
Dia mengungkapkan, sejak pagi hingga larut malam sekitar pukul 23.00 WIB, dirinya terus memantau perkembangan penanganan blackout bersama jajaran terkait.
"Penyebab dan penanganan blackout harus disampaikan secara jelas setelah dipastikan. Persoalan teknis terkait gangguan listrik lebih tepat dijelaskan oleh pihak PLN," katanya.
Amsakar menegaskan bahwa dirinya dan keluarga juga merasakan langsung dampak buruk pemadaman listrik tersebut. Tidak ada perlakuan khusus di kediamannya, di mana aliran listrik dan pasokan air bersih ikut terhenti total.
Padamnya listrik membuat pompa air di rumahnya tidak berfungsi. Aliran air dari toren penampungan di atap pun hanya menetes sangat kecil.
“Terus terang, di rumah listrik dan air kedua-duanya juga mati. Saya mandi itu pakai dua galon karena airnya tinggal air yang atas sana (toren). Rupanya kalau tidak menggunakan listrik, netes airnya kecil sekali,” tutur Amsakar.
Meski pasokan listrik di wilayah Batam kini mulai berangsur pulih, Amsakar mendesak manajemen PLN untuk melakukan evaluasi total. Dia meminta PLN memperketat keandalan sistem pelayanan kelistrikan agar insiden pemadaman massal tidak lagi merugikan dan mengganggu aktivitas masyarakat Batam di masa mendatang. (P-Boly)








