Wapres Gibran Rakabuming Raka didampingi anggota delegasi RI di “Indonesia-Africa Forum”, di Johanesburg, Afrika Selatan. (Dok/Humas Ekon)PRIORITAS, 25/11/25 (Jakarta): Mempromosikan kemajuan bangsa di forum dunia kompak disuarakan Presiden ke-6 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ya, mereka kompak membahas keberhasilan Indonesia dalam membangun ekosistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dikembangkan Bank Indonesia (BI).
Diketahui, keduanya memamerkan QRIS di dua forum internasional berbeda. Jokowi memamerkan masifnya adopsi QRIS dalam pidatonya di “Bloomberg New Economy Forum” di Singapura, Jumat (21/11/25) lalu. Sementara Gibran menegaskan peran QRIS dalam pidatonya di KTT G20 Afrika Selatan, Sabtu (22/11/25).
Lahirkan startup besar
Jokowi dalam pidatonya menyoroti bagaimana lingkungan digital Indonesia berhasil melahirkan berbagai startup besar, sekaligus didukung oleh sistem pembayaran yang inklusif.
Dikatakannya, “Startup Indonesia seperti Gojek, Tokopedia, Halodoc, Traveloka tumbuh karena ekosistem yang mendukung mereka untuk berkembang. QRIS Indonesia membuat pembayaran digital menjadi mudah dan universal. Hari ini, seorang pedagang kaki lima di desa kecil menggunakan sistem yang sama dengan perusahaan besar di Jakarta.”
Di belahan benua lain, Gibran menegaskan, QRIS telah menjadi contoh nyata bagaimana solusi digital sederhana dan murah dapat memperluas partisipasi ekonomi.
“Indonesia juga mempromosikan inklusi keuangan. Sistem pembayaran digital nasional QRIS menunjukkan bagaimana solusi digital yang sederhana dan berbiaya rendah dapat mendorong partisipasi ekonomi dan meminimalkan ketimpangan,” beber Gibran.
Meningkat tajam
Diungkapkan, popularitas QRIS terus meningkat tajam, bahkan melampaui pertumbuhan pengguna kartu kredit. Saat ini pengguna QRIS mencapai sekitar 56-58 juta, jauh di atas pengguna kartu kredit yang baru mencapai sekitar 17 juta.
“QRIS ini sudah 56 juta pengguna. Bandingkan credit card berapa? 17 juta. Jadi credit card 17 juta, QRIS sudah sekitar 56 juta. Makanya ditakuti,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam pertemuan di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/25), seperti dilansir CNBCIndonesia.
Di samping di dalam negeri, QRIS sudah dapat digunakan di lima negara Asia, termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Jepang. Ke depan, cakupan internasionalnya akan bertambah dengan rencana integrasi ke Korea Selatan, China, hingga Uni Emirat Arab (UEA).
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih juga menegaskan, posisi QRIS sebagai salah satu pilar terbesar sistem pembayaran digital di kawasan.
“QRIS sudah mencatat lebih dari 58 juta pengguna dan 41 juta merchant sampai dengan triwulan ketiga, dengan nilai transaksi lebih dari Rp1,9 kuadriliun. Ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar pembayaran digital terbesar di kawasan,” kata Fili.
Disebutkan, kunci dari jumlah pengguna dan nilai transaksi fantastis tersebut, meskipun awalnya dipenuhi keraguan, ialah kepercayaan. Fili mengatakan, transformasi digital di sektor pembayaran saat ini sudah dipercayai oleh masyarakat. Seiring dengan itu, volume dan nilai transaksi QRIS pun turut meningkat. (P-*r/jr)
No Comments