Lompat ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Breaking
EKBISEkonomiKeuangan

BI Ingatkan Pemerintah soal Inflasi Menyusul Naiknya Bahan Pangan

Armin Mandika2 menit baca
Bagikan
BI Ingatkan Pemerintah soal Inflasi Menyusul Naiknya Bahan Pangan
Destry Damayanti, Gubernur BI.(CNBC Indonesia)

PRIORITAS, 20/10/26 (Jakarta): Menyusul naiknya bahan pangan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai inflasi pangan.

Menurut Destry Damayanti, saat ini inflasi pangan sudah mencapai 5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan harga pangan dinilai perlu mendapat perhatian karena berpotensi menggerus daya beli masyarakat.

Menurut Destry, persoalan inflasi pangan telah dilaporkannya kepada Presiden dalam rapat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK kemarin, Senin (19/10/26). BI juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menjaga laju inflasi dari kelompok harga bergejolak atau volatile food tersebut.

"Ini kami laporkan dan juga koordinasi dengan Kementan (Kementerian Pertanian), bagaimana kita menjaga volatile food inflation," katanya seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (20/10/26).

Namun, meski inflasi pangan menjadi perhatian, Destry menegaskan kondisi perekonomian Indonesia secara umum masih cukup terkendali. Hal ini tercermin dari inflasi inti yang masih terjaga.


"Dari inflasi kami laporkan, untuk inflasi inti menggambarkan perekonomian masih cukup terkendali. Di bulan September masih 2,8 persen," katanya.

Sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi komponen harga bergejolak pada September 2026 yang mencapai 5,03 persen secara tahunan.

Adapun sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi pada September 2026 antara lain daging ayam ras, cabai rawit, beras, dan daging sapi.

Untuk secara keseluruhan, inflasi Indonesia pada September 2026 tercatat sebesar 3,28 persen secara tahunan. Sementara itu, secara tahun kalender (year-to-date/ytd), inflasi mencapai 2,17 persen.

Pihak BPS juga mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu pendorong inflasi pada September 2026. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,88 persen secara bulanan dan memberikan andil sebesar 0,26 poin persentase terhadap inflasi.(P-*/am)

Β 

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami