Lompat ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Breaking
EKBISNASIONALEkonomiKeuangan

OJK gas pol reformasi pasar modal: Sikat pelanggaran untuk timbulkan efek jera

Herling Tumbel2 menit baca
Bagikan
OJK gas pol reformasi pasar modal: Sikat pelanggaran untuk timbulkan efek jera
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (kedua dari kanan), memberikan keterangan kepada pers usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). (Courtesy: BPMI Setpres)

PRIORITAS, 20/10/26 (Jakarta):Β Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Fokus utama pembenahan ini mencakup peningkatan transparansi, likuiditas, serta penegakan hukum ketat terhadap segala bentuk pelanggaran demi melindungi investor.

Langkah strategis ini disampaikan langsung Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Poin penting reformasi pasar modal Indonesia

OJK bersama jajaran menteri bidang perekonomian dan Gubernur Bank Indonesia melaporkan stabilitas sektor keuangan terkini.

Khusus untuk pasar modal, ada tiga aspek krusial yang diakselerasi, yaitu peningkatan transparansi dengan menjamin keterbukaan informasi yang kredibel agar pasar makin dipercaya investor.

Berikutnya penguatan likuiditas, yakni mendorong aktivitas perdagangan saham yang lebih sehat dan dinamis bagi investor domestik maupun asing, dan penegakan hukum (law enforcement) dengan menindak tegas pelaku pelanggaran transaksi, termasuk praktik manipulasi pasar seperti coordinated trading.

Instruksi khusus Presiden Prabowo

Diungkapkan, dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian mendalam terhadap aspek integritas dan kredibilitas pasar keuangan nasional.

"Pesan khusus juga terpenting adalah bagaimana kita terus menegakkan enforcement kepada mereka-mereka yang telah melakukan pelanggaran terkait dengan coordinative trading dan lain sebagainya. Dan ini harapannya menimbulkan efek jera," ujar Friderica tegas, dilansir dari Antara.

Pertumbuhan masif 32,7 juta investor ritel

Ketua Dewan Komisioner OJK turut menyoroti lonjakan signifikan pada basis investor domestik. Pertumbuhan ini menjadi motor penggerak sekaligus tanggung jawab besar bagi OJK untuk menjaga stabilitas pasar.

Indikator Pasar Modal

Capaian Kinerja (Per Oktober 2026)

Jumlah Investor Ritel Domestik

32,7 Juta Single Investor Identification (SID)

Target Investasi

Wadah investasi jangka panjang yang aman bagi masyarakat

Dijelaskan, pertumbuhan jumlah SID yang masif ini mencerminkan tingginya ekspektasi dan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem pasar modal Indonesia sebagai sarana finansial masa depan. (P-BPMI Setpres/ht)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami