Lompat ke konten
Senin, 19 Oktober 2026
BursaEkonomiNEWS

Investor pasar modal terus bertumbuh kendati IHSG mengalami koreksi pada Maret 2026

Zamir Ambia2 menit baca
Bagikan
IDX-building
Foto ilustrasi, gedung Bursa Efek Indonesia. (Dok/Ajaib)

PRIORITAS, 6/4/26 (Jakarta): Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, jumlah investor pasar modal dalam negeri terus mengalami kenaikan, kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan pada Maret 2026.

Menurut Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, IHSG menutup periode Maret 2026 di angka 7.048,22—mengalami koreksi sebesar 14,42 persen secara bulanan (month-to-month). Kendati demikian, penurunan indeks tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat; justru terjadi lonjakan signifikan pada penambahan jumlah investor baru.

"Hingga Maret 2026, tercatat penambahan 1,78 juta investor baru sehingga total investor mencapai 24,74 juta, atau tumbuh 21,51 persen secara year-to-date," ucapnya dalam konferensi pers rapat dewan komisaris bulanan (RDKB) OJK, Senin (6/4/26).

OJK menilai, ketahanan dan likuiditas pasar modal dalam negeri secara keseluruhan masih tetap stabil, meskipun menghadapi berbagai tantangan global, seperti eskalasi konflik di Timur Tengah serta lonjakan harga energi.

Kendati demikian, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham senilai Rp23,34 triliun. Tekanan jual ini sebagian dipicu oleh aktivitas transaksi di pasar negosiasi untuk sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) mengalami penurunan sebesar 2,03 persen secara bulanan dan 1,74 persen secara year-to-date. Penurunan ini mengindikasikan meningkatnya persepsi risiko investor terhadap kondisi pasar global.

Di sisi pasar Surat Berharga Negara (SBN), investor nonresiden juga tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp21,80 triliun.

Sebaliknya, industri pengelolaan investasi menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana berada di level Rp695,71 triliun—mengalami kontraksi 2,51 persen secara bulanan, namun tetap mencatatkan pertumbuhan 3,02 persen secara year-to-date. Stabilitas ini didukung oleh arus dana masuk (net subscription) sebesar Rp29,12 triliun.

Sumber pendanaan jangka panjang 

OJK kembali menegaskan peran strategis pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang. Hingga Maret 2026, total penghimpunan dana korporasi telah mencapai Rp51,96 triliun, dengan 53 rencana penawaran umum yang masih berada dalam tahapan pipeline.

Untuk skema securities crowdfunding (SCF), total dana yang berhasil dihimpun sepanjang Maret 2026 mencapai Rp18,07 miliar. Sementara itu, di pasar derivatif keuangan, tercatat volume transaksi sebesar 34.480 lot dengan total frekuensi transaksi sebanyak 308.260 kali.

Di sisi bursa karbon, jumlah peserta terdaftar telah mencapai 153 entitas, dengan penambahan volume transaksi sebesar 43.117 ton setara karbon (tCO2e). Secara kumulatif, total nilai transaksi di bursa karbon kini telah menembus angka Rp93,71 miliar. (P-*r/Zamir Ambia)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami