“Nanti kita lihat minggu ini ya,” kata Airlangga saat ditemui di kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (19/10/26).
Saar ditanya lebih lanjut mengenai waktu pertemuan, Airlangga menjawab, “Segera.”
Belum memerinci agenda yang akan menjadi fokus
“Ada beberapa hal yang kita akan bahas,” ujar Airlangga, dikutip media.
Antara lain yang menjadi perhatian pasar adalah usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Merespons persoalan tersebut, Airlangga menekankan pentingnya bukti nyata dari pembenahan pasar modal Indonesia. Disebut dia, reformasi yang dilakukan perlu ditunjukkan melalui langkah konkret untuk memperbaiki kondisi pasar.
“Salah satu yang paling penting sebetulnya evidence-based reform yang sudah dilakukan. Itu yang menjadi kunci. Antara MSCI dan dasar ekonomi kita yang solid itu dalam tanda petik tidak berhubungan,” jelas Airlangga lagi.
Agenda reformasi
Adapun pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menyoroti pentingnya pembenahan pasar modal di tengah kekhawatiran investor. Meski demikian, Airlangga belum menjelaskan secara terperinci agenda reformasi yang akan dibahas dalam pertemuan KSSK pekan ini.
Senentara usulan reklasifikasi MSCI menjadi perhatian karena perubahan status pasar dapat memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar saham Indonesia. Perkembangan tersebut juga menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar di tengah pelemahan IHSG.
Tekandn pasar saham
Adapun tekanan terhadap pasar saham Indonesia terlihat pada perdagangan Senin. IHSG dibuka anjlok 4,31 persen atau turun 223,23 poin ke level 4.961,87.
Akibat oenurunan tersebut melanjutkan pelemahan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/26), ketika IHSG merosot 11,57 persen ke posisi 5.185,10.
Dilapirkan, tekanan pasar dipicu kekhawatiran investor terhadap usulan MSCI untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Adapun perkembangan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena pasar modal merupakan salah satu bagian dari sistem keuangan nasional. Namun, dampak lebih lanjut terhadap pergerakan IHSG dan keputusan investor masih bergantung pada perkembangan kebijakan, respons otoritas, serta kondisi pasar.
Sementara itu, encana pertemuan KSSK pekan ini menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati di tengah tekanan pasar. Meski demikian, belum ada pernyataan bahwa pertemuan tersebut secara khusus digelar sebagai respons terhadap penurunan IHSG atau untuk membahas usulan MSCI saja.
Diketahui, KSSK merupakan forum koordinasi yang beranggotakan menteri keuangan, gubernur Bank Indonesia (BI), ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Adapun keempat lembaga tersebut berkoordinasi untuk memantau dan menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia serta menangani risiko yang berpotensi mengganggu perekonomian nasional.
Pada situasi tekanan pasar modal, koordinasi antarlembaga menjadi penting untuk memantau perkembangan risiko dan memastikan respons kebijakan berjalan sesuai kewenangan masing-masing.
Dilansir Beritasatu.com, meski Airlangga telah memberi sinyal pertemuan akan berlangsung pekan ini, waktu pelaksanaan dan perincian agenda pembahasan KSSK belum diumumkan. Perkembangan berikutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar di tengah tekanan IHSG dan ketidakpastian terkait usulan reklasifikasi MSCI. (P-*/sel)









