
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keterangan terkait pembahasan RUU Pemilu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (21/4/26). (Beritaprioritas/Khalied Malvino)PRIORITAS, 21/4/26 (Jakarta): Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan pembahasan RUU Pemilu tetap berjalan di tengah dinamika politik yang berkembang.

Puan menjelaskan komunikasi antarpartai politik terus dilakukan sebagai bagian dari proses pembentukan kebijakan, tujuannya menyamakan pandangan sekaligus merumuskan aturan yang lebih komprehensif menjelang tahapan Pemilu 2029.
Menurut dia, dinamika komunikasi politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, apalagi saat memasuki fase penting menuju pesta demokrasi berikutnya.
“Kalau terkait dengan RUU Pemilu, memang hal itu kan ada batas waktunya, dan komunikasi-komunikasi politik tetap akan dilakukan di partai politik, dan itu tidak dilakukan tertutup,” kata Puan saat memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/26).

Ia menilai komunikasi politik tidak selalu berlangsung dalam forum resmi, interaksi juga bisa terjadi secara informal, namun tetap menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.
“Komunikasi itu kan bisa dilakukan secara formal dan informal, namun komunikasi politik selalu dilakukan,” lanjutnya.
Puan menambahkan, pembahasan RUU Pemilu melibatkan banyak pihak, mulai dari partai politik, pemerintah, hingga lembaga terkait, seluruhnya terlibat untuk membahas berbagai aspek penting dalam regulasi tersebut.
Menurutnya, proses ini penting agar kebijakan yang dihasilkan memiliki legitimasi kuat dan bisa diterima oleh berbagai pihak.
Selain itu, ia mengingatkan agar penyusunan RUU Pemilu tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat serta tantangan ke depan dalam penyelenggaraan pemilu.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas demokrasi Indonesia, termasuk mendorong sistem pemilu yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas.
“Intinya semangatnya itu adalah supaya nantinya pemilu itu bisa berjalan dengan jujur, adil, kemudian berjalan dengan baik, semangat demokrasinya itu tetap, jangan merundukan bangsa dan negara,” pungkasnya. (P-Khalied M)

