

PRIORITAS, 16/9/26 (Jakarta): Kini pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyoroti wisatawan asing saat ini mulai gemar mengunjungi kawasan Blok M di Jakarta Selatan sebagai salah satu destinasi favorit untuk dikunjungi ketika berada di Ibu Kota.
“Blok M ini bukan saja terkenal di kalangan gen Z dan milenial dan masyarakat pada umumnya, tetapi, juga sampai ke mancanegara,” kata Deputi Bidang Pemasaran, Ni Made Ayu Marthini, dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy di Jakarta, Selasa (15/9/26).
Blok M saat ini, menurutnya, menjadi sebuah destinasi yang cukup diminati oleh wisatawan asing untuk berburu aneka macam hidangan kekinian, termasuk berbagai makanan penutup yang memiliki penampilan visual lucu dan menarik untuk dicoba, termasuk camilan tradisional yang diolah menjadi kekinian.
Top of the list
Selain itu, Blok M dinilainya masuk menjadi salah satu destinasi di Jakarta yang paling atas (top of the list) dan harus dikunjungi karena seluruh tren kuliner sedang berpusat di kawasan itu.
Kata Made, tren ini sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa 58,34 persen dari wisatawan yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2025 melakukan aktivitas wisata kuliner atau gastronomi. Wisatawan asal Malaysia menjadi pengunjung dari negara lain yang terpantau banyak mengunjungi Blok M.
“Mungkin (pihak lain) sudah terpapar algoritmanya di Threads, Instagram, di TikTok, pasti akan mendapatkan laporan-laporan betapa testimoni dari wisatawan Malaysia itu datang ke Indonesia,” ungkapnya.
Disebut Made, hal itu menjadi sinyal yang baik bagi industri kuliner di Indonesia karena dapat tumbuh dan memperkuat pemasukan negara serta meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke dalam negeri.
“Ini membuktikan bahwa elemen gastronomi di dalam sebagai daya tarik ya atau bagian dari journey dan perjalanan itu sangat tinggi,” kata Made.
Menjadikan Jakarta sebagai hub gastronomi
Sementara itu, pelaksana tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Hafiz Agung Rifai menambahkan Kementerian Pariwisata ingin menjadikan Jakarta sebagai hub gastronomi yang terhubung dengan destinasi di daerah lainnya.
“Kita ingin menjadikan Jakarta itu sebagai hub gastronomi yang nanti akan terhubung ke destinasi-destinasi di daerah kuliner lainnya seperti Yogyakarta, Solo, atau Bali. Jadi, semua terhubung dalam satu jalur wisata kuliner sekarang kita akan masuk ke menarik wisatawan ke daerah,” katanya lagi.
Sebagaimana Antara melansir, Hafiz turut berharap dalam jangka panjang gastronomi dapat menjadi pilar utama yang menunjang pertumbuhan pariwisata di Indonesia.
“Tidak hanya sekadar sebagai pelengkap perjalanan, tapi, juga sebagai alasan utama kenapa wisatawan membuat Indonesia sebagai destinasi tujuan wisata mereka,” tambah Hafiz Agung Rifai. (P-*/mj)