PRIORITAS, 19/10/26 (Jakarta): Saat melakukan pernerbangan dari Tel Aviv ke Wina, Austria, Minggu (18/10/26), Austrian Airlines diancam akan bom.
Ancaman bom terjadi di penerbangan Austrian Airlines dari Tel Aviv ke Wina, Austria, Minggu. Hal ini memaksa pesawat tersebut dialihkan ke Bulgaria.
Sebagaimana AFP, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (19/10/26), menyebut, pesawat tersebut dialihkan ke Bulgaria. Pihak berwenang Bulgaria dan maskapai tersebut mengumumkan hal ini.
Para awak Austrian Airlines memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Sofia setelah dilaporkan menerima ancaman bom saat mereka mendekati Rumania.
"Para penumpang dievakuasi dari pesawat setelah mendarat," ungkap kementerian transportasi Bulgaria dalam sebuah pernyataan.
"Angkatan udara Bulgaria mengerahkan jet tempur MiG-29 untuk mengawal pesawat tersebut sebagai bagian dari prosedur yang telah ditetapkan," ujarnya.
Pihak maskapai tersebut mengatakan bahwa ada 51 penumpang dan enam awak berada di dalam pesawat tersebut. Menurut data Flightradar24, pesawat tersebut terdaftar dengan registrasi OE-LZE, , memasuki wilayah udara Rumania sekitar pukul 21:10 sebelum berbelok ke selatan dan kembali menuju Bulgaria, lalu mendarat di Sofia.
Adapun data dari platform pelacakan penerbangan lainnya, ADS-B Exchange, menunjukkan bahwa pesawat tersebut mengirimkan kode squawk 7700, sinyal untuk keadaan darurat umum, pada waktu yang hampir bersamaan.
Pihak Kementerian Perhubungan mengatakan bahwa tim tanggap krisis telah dibentuk dan otoritas terkait telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.
Pada insiden terpisah akhir bulan lalu, kopilot di pesawat maskapai flydubai menuju Tel Aviv dari Dubai menyerang kapten dan diduga berencana sengaja menabrakkan pesawat namun dihentikan oleh kapten, penumpang, dan awak pesawat.
Bahkan pekan lalu, Kroasia dan Jerman mengerahkan jet tempur setelah penerbangan komersial dari pulau wisata Yunani, Corfu, ke kota Nuremberg di Jerman, secara tidak sengaja mengirimkan peringatan pembajakan.(P-*/am)








