Ilustrasi dokter cek kadar gula darah pada anak. (iStockphoto)PRIORITAS, 14/11/25 (Jakarta): Banyak orang tua masih menganggap penyakit diabetes anak hanya menyerang orang dewasa.
Padahal, spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes, Dicky Tahapary, Sp.PD-KEMD, menyatakan frekuensi buang air kecil yang meningkat pada anak bisa menjadi sinyal gula darah tinggi.
“Jadi kalau anak-anak apa, biasanya udah gede waktunya kok masih sering ngompol misalkan atau malam kok ngompol terus, itu salah satu gejalanya,” kata dr. Dicky Tahapary.
Lebih lanjut, dr. Dicky menyoroti bahwa penurunan laju pertumbuhan juga wajib diperhatikan sebagai bagian dari pengamatan dini terhadap diabetes anak.
Perubahan fisik anak dapat menjadi indikator penting bahwa diabetes anak sedang mengintai. Salah satu yang paling mencolok adalah perubahan warna kulit di leher atau tengkuk belakang.
“Kalau resistensi insulin itu biasanya waktu remaja nanti mulai kelihatan. Kalau anak-anak biasanya suka agak kelihatan di leher atau tengkuk sudah agak kehitaman di bagian belakang,” tutur dr. Dicky.
Fenomena tersebut terkait dengan kondisi yang disebut resistensi insulin—ketika hormon pengatur gula darah tidak lagi efektif mengontrol asupan gula tubuh.
Menurut dr. Dicky, anak yang sebelumnya tumbuh normal kemudian mengalami stagnasi atau justru penurunan berat badan perlu mendapatkan perhatian serius karena itu bisa jadi awal diabetes anak.
No Comments