Petani Palu didorong tak lagi jual cabai dan bawang merah, ini langkah Pemkot

Sem Muhaling
Jumat, 25 September 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 24/09/26 (Palu): Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mendorong petani dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tidak hanya mengandalkan penjualan hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kemampuan mengolah komoditas hortikultura menjadi produk pangan bernilai ekonomi lebih tinggi.


Dorongan itu terwujud melalui pelatihan hilirisasi pangan komoditas cabai dan bawang merah serta peningkatan kapasitas kelembagaan klaster pangan yang pelaksanaannya di Kota Palu, Kamis (24/9/26). Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengatakan hilirisasi menjadi salah satu cara agar petani memperoleh nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan. Menurut dia, pengembangan cabai dan bawang merah memiliki peluang untuk menjadi berbagai produk olahan yang dapat menjangkau pasaran lebih luas.

Hasil panen jadi produk olahan

Imelda mengatakan pengembangan usaha berbasis komoditas pertanian tersebut merupakan bagian dari program Palu Mandiri, Adaptif, dan Tangguh Pangan (Mapan) inisiasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu.


Melalui konsep tersebut, hasil pertanian tidak berhenti pada proses produksi dan penjualan bahan baku. Komoditas produk petani nantinya akan masuk ke tahap pengolahan sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi ketika sampai ke konsumen.

Ia mencontohkan bawang merah yang selama ini hanya sebagai salah satu bahan utama dalam berbagai produk pangan. Bawang goreng, misalnya, dapat dikembangkan lebih jauh menjadi produk makanan ringan dengan kemasan dan strategi pemasaran yang lebih menarik.

Menurut Imelda, peluang serupa juga terbuka untuk cabai. Dengan pengolahan yang tepat, komoditas tersebut dapat berubah menjadi berbagai produk pangan. Dengan demikian pemasaran hasil panen tidak seluruhnya dalam bentuk segar.

Libatkan petani dan UMKM

Pelatihan tersebut melibatkan 40 petani hortikultura, 13 pelaku UMKM serta tujuh perwakilan instansi pemerintahan. Mereka mendapatkan penguatan kapasitas untuk mengembangkan usaha berbasis komoditas cabai dan bawang merah.

Pemerintah Kota Palu menilai keterlibatan petani dalam kegiatan hilirisasi dapat membuka ruang usaha baru di tingkat rumah tangga. Dengan demikian, petani tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga dapat menjadi pelaku usaha yang memperoleh manfaat ekonomi dari proses pengolahan.

Imelda menyebut peluang tersebut dapat memberikan dampak lanjutan terhadap perekonomian masyarakat apabila pengembangannya konsisten. Hasil produk olahan juga berpotensi menjadi bagian dari penguatan usaha pangan lokal di Kota Palu.

Namun, pemerintah daerah menekankan bahwa peningkatan kapasitas tidak cukup hanya dengan pelatihan. Peserta juga membutuhkan pendampingan agar mampu menjaga kualitas produk sekaligus mengembangkan strategi pemasaran.

Kemasan dan kualitas jadi perhatian

Melansir Antara News, Pemerintah Kota Palu bersama Bank Indonesia Sulawesi Tengah berencana memberikan pendampingan lanjutan kepada pelaku usaha. Pendampingan tersebut antara lain menyentuh proses pembuatan produk hingga aspek kemasan.

Menurut Imelda, kemasan memiliki peran penting dalam menarik perhatian konsumen. Meski demikian, tampilan produk harus tetap berbarengan dengan kualitas yang baik agar produk dapat bertahan dan bersaing di pasar.

Upaya tersebut nantinya dapat membuat komoditas cabai dan bawang merah memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani maupun UMKM. Hilirisasi juga kiranya mendorong munculnya lebih banyak produk pangan lokal yang memiliki daya saing.

Dengan pengembangan dari hulu hingga hilir, Pemkot Palu ingin memperluas peluang ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem usaha pangan daerah melalui pemanfaatan komoditas pertanian lokal. (P-*/Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan