
Presiden China, Xi Jinping tersenyum (kiri) setelah mendapat sambutan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan), setibanya di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, hari Kamis (24/9/26) dalam kunjungan tiga hari di AS.(ho/bbc)PRIORITAS, 24/9/26 (Washington) : Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyambut pemimpin China, Xi Jinping, di bandara dengan karpet merah untuk mengawali kunjungan bersejarah tiga harinya ke AS.

Setibanya di Pangkalan Gabungan Andrews, Presiden Xi dan istrinya disambut dengan tembakan salvo 21 kali dan iringan band militer, serta menerima bunga dari anak-anak Amerika.
Presiden Trump menyebut Xi sebagai “pemimpin hebat” .
Sebaliknya Xi dalam pernyataan tertulisnya mengatakan, baik China maupun AS adalah negara-negara besar, dan rakyat mereka adalah orang-orang hebat.

“Kedua negara seharusnya menjadi mitra, bukan saingan,” demikian pernyataan Xi, lapor media China, Xinhua.
Ia menekankan, menyadari kebangkitan besar bangsa Tiongkok dan menjadikan Amerika kembali hebat dapat sepenuhnya hidup berdampingan, saling memperkuat, dan memberi manfaat bagi dunia.
Kunjungan Xi ke AS ini mendapat sambutan yang sangat meriah, seperti rilis BBC.
Menurut sejumlah reporter Gedung Putih, mereka belum pernah melihat sambutan yang istimewa seperti kali ini.
Itulah sebabnya para wartawan menilai hal itu pertanda betapa pentingnya kunjungan Xi bagi Trump.
‘Gencatan senjata perdagangan’
Di tempat terpisah, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengumumkan Amerika dan China akan memperpanjang gencatan senjata perdagangan mereka hingga Januari.
Perjanjian tersebut, yang mulai berlaku tahun lalu dan seharusnya berakhir pada bulan November 2026, kini akan berlaku setidaknya hingga 10 Januari 2027.
Hal itu terjadi setelah pembicaraan panjang dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, di New York pada akhir pekan, dan kemudian di Washington pada hari Rabu.
Ada fakta butuh waktu begitu lama untuk secara efektif menunda penyelesaian masalah. Ini menunjukkan betapa rumitnya negosiasi antara dua ekonomi terbesar di dunia ini.
Trump meningkatkan perang dagang dengan Beijing pada tahun 2025, tampaknya percaya dia memiliki kartu kemenangan saat dia melancarkan serangkaian tarif.
Namun serangkaian tindakan balasan dari China, termasuk pembatasan ekspor logam tanah jarang yang sangat penting, memberikan pukulan telak yang membuat kedua negara berada dalam kebuntuan.
Tarif, AI, perang Iran, dan masalah Taiwan termasuk di antara isu-isu utama yang mungkin dibahas Trump dan Xi minggu ini.(P-*/jw)

