
Foto ilustrasi emas Antam. (Dok/voi.id)PRIORITAS, 31/12/25 (Jakarta): Harga emas batangan keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami lonjakan tajam sepanjang 2025. Dalam rentang satu tahun, nilainya naik hampir satu juta rupiah per gram.

Walaupun pergerakan harga emas Antam sepanjang tahun cenderung naik-turun, kecenderungan dalam jangka panjang tetap mengarah pada penguatan.
Pada beberapa fase, harga sempat terkoreksi dipicu perubahan sentimen pasar, fluktuasi nilai tukar, serta reaksi investor terhadap kebijakan moneter global. Namun, memasuki penghujung tahun, harga emas kembali menanjak dan menutup 2025 dengan penguatan signifikan.
Kenaikan harga emas Antam tidak terlepas dari pergerakan harga emas dunia yang mencetak rekor baru pada 2025. Lonjakan harga emas global dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, serta ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang mendorong minat investor terhadap aset lindung nilai (safe haven).

Sebagai produk emas fisik yang harganya mengacu pada pasar internasional, emas Antam secara langsung terdampak oleh dinamika tersebut. Ketika harga emas dunia menguat, harga emas Antam di dalam negeri ikut terkerek naik.
Pergerakan harga Emas Antam
Berdasarkan data dari laman Logam Mulia Antam, pada awal perdagangan 2025, tepatnya Kamis (2/1/2025), harga emas Antam tercatat di angka Rp1,524 juta per gram. Adapun harga buyback emas Antam saat itu berada di level Rp1,347 juta per gram.
Sepanjang tahun, harga emas Antam beberapa kali menorehkan rekor tertinggi. Capaian puncak terjadi pada Sabtu (27/12/2025) ketika harganya menembus Rp2,605 juta per gram.
Memasuki hari terakhir 2025, Rabu (31/12/25), harga emas Antam berada di posisi Rp2,501 juta per gram. Meski terkoreksi dari level tertingginya, secara keseluruhan harga emas Antam sepanjang 2025 telah melonjak sebesar Rp977.000 per gram.
Di sisi lain, harga emas global sepanjang 2025 mencatat penguatan yang sangat kuat. Pada awal tahun, emas dunia diperdagangkan di kisaran US$2.614 per ons troi, lalu bergerak naik dengan sejumlah fluktuasi hingga mencapai puncaknya pada 26 Desember 2025 di level US$4.550 per ons troi.
Pelonjakan terbaik sejak 1979
Harga emas global menunjukkan kinerja yang sangat impresif sepanjang tahun ini. Dengan posisi stabil di atas US$4.300 per ons troi, emas berpotensi mencatatkan kenaikan tahunan sekitar 66%, menjadikannya pencapaian terbaik sejak 1979 sekaligus tahun ketiga berturut-turut harga emas mengalami peningkatan.
Mengutip Kitco News, Rabu (31/12/2025), Kepala Riset Capitalight Research, Chantelle Schieven, menilai reli emas saat ini tidak bersifat sementara. Menurutnya, penguatan harga emas mencerminkan perubahan besar yang tengah terjadi dalam struktur pasar keuangan global.
Schieven menggambarkan kondisi tersebut seperti pergerakan lempeng tektonik yang lambat, tetapi bisa memicu ledakan besar. Menurutnya, tahun 2025 menjadi titik perubahan signifikan yang berpotensi mengubah arah pasar keuangan global dalam jangka panjang.
Meski reli emas memunculkan kekhawatiran pasar sudah terlalu mahal, Schieven menilai investor tidak boleh menyamakan harga tinggi dengan reli yang kehabisan tenaga.
“Bahkan apabila emas berada di wilayah bubble (sudah naik sangat tinggi dan cepat), itu tidak berarti harganya akan turun tahun depan atau dalam waktu dekat,” imbuhnya.
Pembelian agresif bank sentral
Salah satu faktor utama yang menopang harga emas adalah pembelian agresif bank sentral sejak 2022. Schieven menilai permintaan dari sektor resmi ini menciptakan lantai harga yang tidak pernah ada pada siklus sebelumnya, dan akan terus mendukung emas hingga setidaknya 2026.
Dalam kondisi pasar saat ini, ia menilai harga emas berpotensi dengan mudah naik ke level US$ 5.000 per ons troi pada tahun depan. Meski demikian, penggerak utama harga ke depan diperkirakan akan bergeser dari bank sentral ke permintaan investasi global.
Meski optimistis, Schieven mengingatkan volatilitas harga emas kemungkinan tetap tinggi. Koreksi sehat masih bisa terjadi, tetapi tren jangka panjang emas dinilai tetap mengarah naik, dengan target US$ 5.000 per ons troi sebagai sasaran realistis dalam waktu dekat. (P-Zamir)

