Bantuan 33 lembu untuk korban banjir Aceh Timur disorot, pembagian daging dinilai tak sebanding

Johanes Christiaan
Rabu, 18 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 18/2/2026 (Aceh Timur): Tradisi meugang yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan menyambut Ramadan di Kabupaten Aceh Timur tahun ini menyisakan kekecewaan bagi banyak warga korban banjir. Bantuan 33 ekor lembu dari Presiden RI Prabowo Subianto yang disalurkan ke 25 gampong di Kecamatan Pante Bidari justru memunculkan ironi: setiap kepala keluarga hanya menerima daging dalam jumlah sangat sedikit.


Meski program bantuan meugang tersebut disebut-sebut didukung anggaran lebih dari Rp70 miliar, kondisi pembagian di sejumlah desa memperlihatkan ketimpangan antara nilai anggaran dan porsi yang benar-benar diterima masyarakat.

Di Gampong Seuneubok Saboh, satu ekor lembu menghasilkan sekitar 40 kilogram daging untuk dibagikan kepada 252 kepala keluarga. Rata-rata, setiap keluarga hanya mendapatkan sekitar 1,5 ons—jumlah yang bahkan tidak cukup untuk sekali masak bagi keluarga besar.

“Alhamdulillah tetap kami syukuri. Walaupun sedikit, ini perhatian,” ujar Ridwan, Rabu (18/2/2026).


Situasi serupa tampak di Gampong Pante Rambong. Dua ekor lembu bantuan hanya menghasilkan sekitar 80 kilogram daging untuk 650 kepala keluarga dengan total 2.129 jiwa. Jika dibagi merata, tiap keluarga hanya menerima sekitar 1 ons.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah desa memutuskan menambah tiga ekor lembu melalui skema utang dengan harga Rp23 juta per ekor. Pembayarannya akan menggunakan dana desa pada tahap berikutnya. Setelah lima ekor lembu dipotong, barulah pembagian daging meningkat menjadi sekitar setengah kilogram per keluarga atau sekitar 1,5 ons per jiwa.

“Kami tidak tega kalau warga hanya kebagian sekadar simbol. Meugang ini tradisi, soal martabat dan kebersamaan,” ujar Aneuk Syuhada, sapaan akrab Zulkifli.

Kecamatan Pante Bidari merupakan salah satu wilayah paling parah terdampak banjir besar pada 26 November 2025. Ribuan rumah rusak, lahan pertanian hancur, dan banyak warga kehilangan sumber penghasilan. Hingga kini pemulihan ekonomi belum sepenuhnya pulih.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan meugang diharapkan menjadi peneguh kehadiran negara. Namun ketika anggaran mencapai puluhan miliar rupiah sementara warga hanya menerima segenggam daging, pertanyaan mengenai efektivitas skema distribusi dan ketepatan alokasi pun tak terelakkan. (P-rb/mtu)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan