
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Kebijakan-Kebijakan Pemerintah dalam Menyikapi Kondisi Geopolitik Global yang diselenggarakan secara virtual di Seoul, Republik Korea, Selasa (31/3/26). (Dok/BPMI Setpres)PRIORITAS, 10/4/26 (Jakarta): Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa dirinya belakangan mengalami kesulitan tidur karena terus memikirkan kondisi pasokan serta harga energi, terutama BBM dan LPG.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tekanan global akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut berdampak pada kestabilan energi.
Bahlil menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri acara peluncuran buku Jejak Langkah Satya Widya Yudha Pengabdian Tanpa Batas di Jakarta pada Jumat (10/4/26).
“BBM dan LPG ini membuat saya tidurnya agak terganggu. Kadang-kadang saya lihat ada istri saya di samping, enggak lihat istrinya, lihat bantal aja gitu,” tuturnya.

Ia menuturkan, sebelum menghadiri acara tersebut, dirinya baru saja mengikuti pembahasan mengenai ketahanan energi nasional bersama sejumlah pemangku kepentingan.
Memperkuat ketahanan energi RI
Dalam kesempatan itu, Bahlil turut mengapresiasi kontribusi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang terus meningkatkan produksi atau lifting minyak dan gas guna memperkuat ketahanan energi dalam negeri. Saat ini, konsumsi minyak Indonesia berada pada kisaran 1,5 juta hingga 1,6 juta barel per hari.
Selain itu, ia menyoroti upaya KKKS yang mengalihkan sebagian pasokan LPG dari ekspor ke pasar domestik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kebijakan tersebut dinilai mampu membantu mengurangi tekanan pasokan LPG.
Meski sebelumnya sempat berada di bawah tekanan, Bahlil menegaskan bahwa kondisi energi nasional saat ini relatif stabil dan aman.
“Jadi insyaallah stok BBM kita aman baik solar, bensin, LPG, dan atur. Kita sudah bisa tidur nyenyak,” imbuhnya. (P-Zamir)

