

Seorang prajurit TNI-AL mengawal dua orang yang membawa karung sianida saat mengamankan longboat yang bermuatan sianida dari Filipina. ANTARA

PRIORITAS, 22/9/26 (Manado) : Petugas Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo yang dibantu Bea Cukai, menggagalkan penyelundupan sianida dari Filipina di Pelabuhan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
“Berdasarkan informasi intelijen, diperoleh informasi adanya upaya pengiriman CN atau Sianida dari Filipina menuju Indonesia tepatnya melalui wilayah perairan Sulawesi,” ujar Kepala Dinas Penerangan Kodaeral VIII Letkol Laut (P) Andreas Suko Riyanto di Manado, dikutip Antara Senin (21/9/2026).
Menindaklanjuti informasi tersebut, kata dia, personel Pos TNI AL Kwandang melaksanakan pengamatan dan pemantauan di sekitar perairan Pulau Bugisa dan Pulau Lampu perairan Gorontalo Utara.

Dalam pelaksanaan pengamatan dengan titik koordinat 00°57′06,8″ LU – 122°52′28,4″ BT, personel Pos TNI AL Kwandang mendapati satu unit long boat yang dicurigai membawa muatan sianida.
Long boat tersebut kemudian diamankan menuju Pelabuhan Kwandang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan ditemukan muatan berupa sianida sebanyak 60 karung dengan berat masing-masing kurang lebih 50 kilogram, sehingga total berat diperkirakan sekitar 3.000 kilogram atau tiga ton.
“Potensi kerugian negara atas pajak yang harus dibayarkan sejumlah Rp249.135.000,” ujar Kadispen.
Barang bukti CN tersebut dibongkar dan dibawa menuju Posal Kwandang dan pada pukul. 06.30 Wita. Barang bukti sianida berjumlah 60 karung dan ABK kapal sebanyak enam orang diangkut menggunakan truk TNI AL menuju Lanal Gorontalo untuk proses penyidikan lebih lanjut.(P-r*ant/dg)

