September, ESDM merekam 321 kali gempa vulkanik dangkal di Gunung Lokon

Deky Geruh
Kamis, 24 September 2026
2 menit membaca

Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. (Antara)


PRIORITAS, 24/9/26 (Manado) : Rekaman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan periode 1-15 September 2026 terjadi 321 kali gempa vulkanik di Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Dalam laporan evaluasi periode itu pengamatan instrumental, kegempaan terekam sebanyak 12 kali gempa embusan, satu kali tremor nonharmonik, 321 kali gempa vulkanik dangkal, serta 12 kali gempa vulkanik dalam

Demikian disampaikan Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam evaluasi aktivitas Gunung yang dibagikan Ketua Pos PGA Lokon, Armando Manguleh di Manado, seperti dikutip dari Antara, Rabu (23/9/2026).


Selain itu, terekam pula satu kali gempa tektonik lokal, dan 79 kali gempa tektonik jauh serta dua kali tremor menerus dengan amplitudo 0,5–10 milimeter (dominan dua milimeter).

Teramati embusan asap berwarna putih tipis 

Berdasarkan evaluasi, hasil pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon, teramati embusan asap berwarna putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 500 meter di atas kawah.

Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa vulkanik dangkal (VB) sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam, aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan.

Dari data RSAM, energi tampak pada 24 Agustus 2026 polanya naik hingga 15 September 2026, kenaikan ini berasal dari gempa permukaan.

Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon untuk saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah, juga dapat terjadinya erupsi freatik secara tiba-tiba.

Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon mewaspadai terjadinya lahar pada musim penghujan atau terjadinya hujan deras dengan durasi lama.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Kementerian ESDM berharap masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.

Bila terjadi letusan dan hujan abu, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata). (P-r*/ant/dg)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan