PRIORITAS, 20/10/26 (Jakarta): Transportasi umum di Jakarta menorehkan prestasi internasional yang membanggakan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan bahwa Jakarta berhasil menduduki posisi ke-15 sebagai kota dengan transportasi terbaik di dunia pada tahun 2026 menurut hasil survei majalah perjalanan global terkemuka, Time Out.
Pencapaian luar biasa ini menandai kenaikan signifikan bagi ibu kota, setelah pada tahun sebelumnya Jakarta tertahan di peringkat ke-17 dunia.
“Saya ingin menyampaikan satu hal yaitu berkaitan dengan peringkat transportasi Jakarta. Time Out telah mengeluarkan hasil surveinya. Jakarta sekarang ini untuk dunia, yang tahun lalu menduduki peringkat 17 naik menjadi peringkat 15 terbaik dunia,” papar Pramono saat dijumpai di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026), seperti dilansir dari Antara.
Kunci sukses: Sistem integrasi MRT hingga mikrotrans
Pramono menjelaskan bahwa lompatan peringkat ini merupakan buah dari komitmen pembenahan rute dan fasilitas yang semakin terintegrasi.
Saat ini, warga Jakarta kian dimudahkan dalam berpindah moda transportasi berkat konektivitas yang solid antara MRT Jakarta dan LRT, bus rapid transit (Transjakarta), sistem pengumpan regional (Transjabodetabek), serta angkutan lingkungan (Mikrotrans).
Berdasarkan data Time Out yang mensurvei lebih dari 24.000 warga di berbagai kota global, sebanyak 79,2 persen responden memberikan penilaian positif terhadap kenyamanan, keterjangkauan, dan keandalan layanan transportasi umum di Jakarta.
Runner-Up di Asia Tenggara, masuk 7 Besar Asia
Di tingkat regional, rapor transportasi Jakarta juga sangat mentereng. Jakarta sukses mengamankan posisi kedua di Asia Tenggara (ASEAN), tepat di belakang Singapura yang menempati peringkat kedua di level dunia. Sementara untuk kawasan Asia secara keseluruhan, Jakarta berhasil menembus peringkat ketujuh, bersanding dengan kota-kota metropolitan maju seperti Taiwan.
Meski sudah menembus jajaran top dunia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan tidak akan berpuas diri. Pramono berjanji akan melanjutkan proyek konektivitas pada titik-titik yang belum tersambung secara optimal, dengan fokus utama pada armada Transjabodetabek.
Layanan Transjabodetabek dinilai memegang peran krusial karena menjangkau langsung wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).
Dengan memperkuat jaringan ini, mobilitas kaum komuter ke ibu kota dapat dialihkan ke transportasi massal sehingga mampu memangkas kemacetan Jakarta secara signifikan.
"Intinya dengan integrasi yang semakin baik, mudah-mudahan transportasi di Jakarta juga akan menjadi semakin baik. Dan untuk itu, saya akan melanjutkan mengkoneksikan yang belum terkoneksi yang ada di Jakarta ini," ujar Pramono Anung optimis. (P-Ant/hdt)








