Lompat ke konten
Senin, 19 Oktober 2026
Breaking
DAERAH

Pengakuan PLN Batam: Kawat Listrik Pengaman Gardu Mati dan CCTV Bergeser Saat Blackout

Giovanni Riung2 menit baca
Bagikan
Pengakuan PLN Batam: Kawat Listrik Pengaman Gardu Mati dan CCTV Bergeser Saat Blackout
PLN Batam Gelar Konferensi Pers Terkait Batam Blackout 12 Oktober 2026 (Boly).

PRIORITAS, 19/10/26 (Batam): PT PLN Batam menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat dan pelanggan atas insiden pemadaman listrik meluas (blackout) yang melumpuhkan wilayah Batam, Bintan, hingga Tanjungpinang pada Senin (12/10/2026).

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menyatakan keprihatinannya atas dampak gangguan tersebut terhadap aktivitas warga dan dunia usaha. Pihaknya berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas pemicu utama kegagalan sistem kelistrikan tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan PLN Batam dan masyarakat atas gangguan kelistrikan yang terjadi," ujar Kwin Fo dalam konferensi pers di Batam, Minggu (18/10/2026).

Di tengah proses pemulihan dan evaluasi internal, PLN Batam justru mengendus sejumlah kejanggalan di lokasi awal munculnya sumber gangguan, yaitu Gardu Induk (GI) Sungai Harapan.

Kejanggalan pertama ditemukan pada sistem pengaman perimeter gardu. Kawat pengaman yang mengelilingi area gardu berada dalam kondisi mati atau tidak dialiri listrik saat insiden terjadi. Padahal, berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP), kawat tersebut wajib bertegangan untuk mencegah masuknya hewan liar yang berpotensi memicu korsleting.

"Jadi hewan liar untuk bisa tidak masuk itu adalah SOP. Nanti pihak berwajib yang akan menyelidiki kenapa pada saat itu alat tersebut tidak hidup," tutur Kwin Fo.

Tak hanya itu, posisi kamera pengawas (CCTV) di area gardu juga diketahui telah bergeser sejak Minggu malam, sehari sebelum insiden blackout. Akibat perubahan posisi kamera tersebut, detik-detik munculnya percikan api pada trafo tidak terekam secara langsung. Ditambah lagi, stempel waktu (timestamp) pada rekaman CCTV tercatat mengacu pada zona waktu Singapura.

Guna mengungkap adanya dugaan kelalaian maupun unsur kesengajaan, PLN Batam telah menyerahkan seluruh bukti dan temuan investigasi internal ini kepada aparat penegak hukum, termasuk Polda Kepri dan Bareskrim Polri.

Gangguan kelistrikan itu sendiri berawal sekitar pukul 06.30 WIB akibat munculnya percikan api pada trafo di GI Sungai Harapan. Namun, perangkat proteksi dan pemutus sirkuit gagal mengisolasi titik gangguan.

Akibatnya, gangguan teknis merambat cepat ke jaringan transmisi utama bertegangan 150 kilovolt (kV). Hal ini menyebabkan Pembangkit Listrik Tanjung Uncang kehilangan pasokan daya secara mendadak sebesar 220 Megawatt (MW).

Kehilangan daya dalam skala besar tersebut membuat pembangkit lain tidak mampu menahan lonjakan beban hingga terlepas (trip) satu per satu. Pada pukul 06.37 WIB, hampir seluruh unit pembangkit terlepas dari sistem utama Batam-Bintan.

Saat ini, PLN Batam masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari jajaran Polda Kepri dan Bareskrim Polri untuk memastikan penyebab pasti munculnya percikan api serta keterkaitannya dengan kejanggalan CCTV dan kawat pengaman tersebut. (P-Boly)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami