Lompat ke konten
Senin, 19 Oktober 2026
Breaking
DAERAH

PLN Batam Bantah Isu Pengujian Data Center Sebagai Pemicu Blackout

Giovanni Riung3 menit baca
Bagikan
PLN Batam Bantah Isu Pengujian Data Center Sebagai Pemicu Blackout
Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo pada momen doorstep bersama media di Batam, Kepri, Minggu (18/10/2026). (ANTARA/Amandine Nadja).

PRIORITAS, 19/10/26 (Batam):  Manajemen PT PLN Batam membantah keras kabar burung mengenai pemicu pemadaman listrik di Batam dan Pulau Bintan. Pasalnya, gangguan kelistrikan pada Senin (12/10/2026) tidak berkaitan dengan pengujian operasional pusat data (data center).

Otoritas kelistrikan menegaskan bahwa isu pengetesan data center bertolak belakang dengan fakta di lapangan.

Pusat data di Batam bahkan diperkirakan belum akan beroperasi penuh dalam waktu dekat. Jika mulai beroperasi, kapasitas awal industri tersebut diperkirakan belum melebihi angka 10 persen dari total daya.

“Pemadaman meluas yang terjadi Senin (12/10) di Pulau Batam dan Bintan sama sekali tidak ada sangkut paut dengan data center. Informasi bahwa ada pengetesan atau commissioning untuk operasional data center, dan membutuhkan daya sangat besar, itu sama sekali tidak benar,” kata Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, di Batam, Minggu (18/10/2026).

“Menurut kami, data center belum akan beroperasi penuh. Dan jika mulai beroperasi, tingkat operasionalnya diperkirakan belum melebihi 10 persen dari kapasitas total data center tersebut,” katanya.

Cadangan Listrik Batam Aman Di Angka 20 Persen Dan Pertumbuhan Beban Capai 15 Persen

Selanjutnya, pasokan listrik untuk kawasan industri dan data center telah masuk dalam perhitungan matang perusahaan. Sistem kelistrikan Batam saat ini memiliki daya pasok sebesar 930 megawatt (MW) dengan beban puncak 780 MW.

Kondisi tersebut menyisakan cadangan daya aman yang mendekati angka 20 persen.

Pertumbuhan konsumsi listrik di Batam sendiri telah menembus angka 15 persen. Lonjakan ini jauh melampaui pertumbuhan konsumsi listrik nasional yang berada di kisaran 3 hingga 4 persen.

“Sampai saat ini PLN Batam sangat siap untuk data center. Jadi kita tidak ada defisit maupun kekurangan pasokan. Cadangan daya kami masih berkisar di angka hampir 20 persen,” kata Kwin Fo.

PLN Batam Siapkan PLTG, PLTS, Dan Teknologi Baterai BESS Guna Dongkrak Daya 1.300 MW

Sementara itu, perusahaan menargetkan peningkatan daya pasok hingga mencapai 1.200 sampai 1.300 MW pada akhir 2027. Guna mengantisipasi tambahan beban 300 hingga 400 MW pada 2027–2032, PLN Batam siap membangun pembangkit baru.

Perusahaan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Selain itu, PLN Batam memelopori penggunaan Battery Energy Storage System (BESS) untuk memperkuat cadangan daya. Teknologi baterai ini sanggup melepaskan pasokan listrik dalam hitungan milidetik guna mencegah pemadaman mendadak.

“Beban listrik Batam ditargetkan meningkat dari sekitar 930 MW menjadi lebih dari 1.000 MW. Maka dari itu, kami perkirakan pada akhir tahun 2027, daya pasok akan mencapai 1.200 hingga 1.300 MW,” katanya.

“Kami perkirakan di rentang tahun 2027-2032, beban akan bertambah sekitar 300-400 MW. Ada pertumbuhan sekitar 30 persen. Maka kita akan bangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) baru,” ujar Kwin Fo.

“Waktu yang dibutuhkan baterai untuk melepaskan daya itu dalam hitungan nanodetik atau milidetik, jadi jauh lebih cepat daripada pembangkit," katanya.

(P-Gio R)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami