Lompat ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
Breaking
EKBISHEADLINE NEWSNASIONALKoperasiPemerintahan

Hari Koperasi Nasional 2026: Presiden Prabowo ungkapkan gagasan Kopdes Merah Putih sudah dipikirkan sejak masih prajurit

Herling Tumbel2 menit baca
Bagikan
Koperasi - BPMI Setpres
Presiden menyampaikan pidato pada Puncak Acara Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun 2026, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/26), (Screenshot YouTube BPMI Setpres)

PRIORITAS, 12/7/26 (Jakarta): Dalam pidatonya pada Puncak Acara Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun 2026, Minggu (12/7/26), Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan gagasan pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah lama muncul dalam benaknya.

Gagasan tersebut bahkan sudah ada sejak puluhan tahun lalu ketika masih bertugas sebagai prajurit TNI di berbagai wilayah pedesaan.

Presiden mengatakan pengalaman hidup bersama masyarakat di desa-desa menjadi titik awal lahirnya konsep penguatan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat.

"Konsep Koperasi Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya, sudah puluhan tahun," kata Presiden Prabowo di lokasi acara di  Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.

"Konsep Koperasi Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya, sudah puluhan tahun," ujarnya.

Prabowo Subianto menuturkan bahwa ketika masih bertugas di militer, ia kerap ditempatkan selama berbulan-bulan di desa-desa dan daerah pegunungan.

Dalam masa penugasan tersebut, ia menyaksikan secara langsung kondisi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, bahkan mengalami kelaparan.

"Saya lihat di situ rakyat kelaparan, saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan dan saya tidak bisa berbuat apa-apa karena makan saya terbatas untuk kompi (pasukan) saya," jelasnya.

Presiden melanjutkan, pengalaman tersebut membuatnya meyakini bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari penguatan desa. “Meski Indonesia terus bergerak menjadi negara industri, pemerintah tetap harus memastikan masyarakat di lapisan paling bawah memperoleh perlindungan dan akses terhadap kegiatan ekonomi,” kata Kepala Negara.

Koperasi perkuat ekonomi desa

Dilansir dari Antara, Prabowo selanjutnya mengatakan, koperasi menjadi salah satu instrumen yang paling tepat untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Namun, ia mengakui upaya membangun koperasi pada masa lalu berjalan lambat karena keterbatasan kewenangan dan akses permodalan.

Setelah menjabat sebagai presiden, kata Kepala Negara, pemerintah terlebih dahulu memperkuat sektor pertanian melalui percepatan swasembada pangan, penurunan harga pupuk, serta kenaikan harga pembelian gabah agar pendapatan petani meningkat.

Meski demikian, Presiden Prabowo mengaku menerima laporan bahwa banyak petani tetap mengalami kesulitan ekonomi karena terjerat utang berbunga tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup selama masa tanam.

Petani kerap meminjam uang kepada rentenir dengan bunga yang sangat tinggi sehingga hasil panen tidak sepenuhnya dapat dinikmati untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Presiden Prabowo mengatakan pemerintah pun menghapus utang jutaan petani yang dinilai sudah tidak mampu dilunasi sebagai langkah awal kebijakan pada pemerintahan baru.

Setelah itu, pemerintah merancang pembentukan koperasi simpan pinjam di seluruh desa dan kelurahan agar masyarakat memiliki akses terhadap pembiayaan yang lebih murah dan tidak lagi bergantung pada rentenir.

"Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia," tegas Presiden Prabowo.

Presiden menambahkan, jumlah 81 ribu Kopdes Merah Putih disesuaikan dengan jumlah desa dan kelurahan di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus ketergantungan masyarakat terhadap praktik pinjaman berbunga tinggi sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di tingkat desa. (P-Ant/ht)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami