PRIORITAS, 6/4/26 (Jakarta): Terkait bencana gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut), Presiden Prabowo Subianto meminta pelayanan cepat dan penyelamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganannya.
"Sebagaimana arahan Bapak Presiden, kita harus memberikan layanan yang sangat cepat. Penyelamatan masyarakat itu prioritas yang paling utama," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno dalam konferensi pers, Kamis pekan lalu di Jakarta.
Pratikno juga menekankan pentingnya pendataan korban serta infrastruktur terdampak bencana tersebut.
Dikatakan, informasi merupakan hal krusial dalam penanganan pascabencana agar evakuasi bisa dilakukan cepat dan bantuan didistribusikan tepat sasarannya
"Di awal-awal ini harus terus dilakukan pencarian, penyelamatan, evakuasi korban secepat-cepatnya. Memperoleh pelayanan sebaik-baiknya," tambahnya.
Proses edukasi
Pratikno lebih lanjut mengatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara cermat sesuai prosedur yang telah ditetapkan selama ini.
Juga mengingatkan, peristiwa bencana bisa jadi momentum untuk mengedukasi masyarakat soal risiko bencana pada masa mendatang nanti.
"Mereka (masyarakat) paham tentang gempa, paham tentang cara menyelamatkan diri," katanya.
Bangunan jangan berisiko
Terkait itu, Pratikno meminta pemerintah daerah memastikan pembangunan yang dilakukan tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat setempat.
Disebutnya, jangan sampai bangunan yang dibangun tidak memenuhi standar dan menjadi penyebab bencana itu.
"Jangan sampai justru pembangunan mengakibatkan banjir, jangan sampai pembangunan mengakibatkan risiko bagi masyarakat, misalnya karena struktur bangunannya tidak memenuhi standar dan seterusnya," tegasnya, dikutip Antara.
Gempa tektonik
Diketahui, sebelumnya gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung (Sulut) terdeteksi pada kedalaman 33 km.
Adapun gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault) tersebut.
Dilapirkan, guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, antara lain Ternate (Malut) dengan intensitas V-VI MMI, Manado IV-V MMI, serta beberapa wilayah di Gorontalo dengan intensitas II-III MMI, demikian BMKG.
Juga BMKG sebelumnya menetapkan status siaga tsunami di sejumlah wilayah seperti Ternate, Halmahera, dan Bitung, serta status waspada di wilayah lain di Sulawesi Utara ini. (P-*r/jr)








