PRIORITAS, 15/10/26 (Jakarta): Pihak Singapura mengapresiasi upaya Indonesia mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan untuk mengatasi dampak kabut asap dan memperkuat kerja sama kawasan.
Kepada media, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu mengatakan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat beberapa waktu lalu.
“Saya telah menawarkan dukungan serta menyampaikan apresiasi atas upayanya mengatasi kebakaran hutan,” ungkap Fu terkait hasil pembicaraan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat dalam keterangan tertulis otoritas Singapura yang dikonfirmasi Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, Rabu (14/10/26) kemarin.
Singapura siap beri bantuan
Selanjutnya Fu mengatakan cuaca kering akibat El Nino di kawasan membuat kebakaran hutan semakin sulit dikendalikan sehingga memerlukan upaya pemadaman yang lebih intensif.
Saat Indonesia terus berupaya mengendalikan Karhutla dan dampaknya, Singapura siap memberikan bantuan di bidang apa pun sesuai permintaan Indonesia.
Ia menambahkan, Singapura juga siap berpartisipasi dalam berbagai inisiatif kawasan untuk mengatasi dampak karhutla yang terjadi di sejumlah negara ASEAN.
“Saya juga mendukung upaya regional untuk mendiskusikan kerja sama kawasan terkait isu kabut asap,” kata Fu lagi.
Di samping memperkuat kerja sama dengan Indonesia dan negara-negara di kawasan, pemerintah Singapura bersiap meningkatkan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari yang terdampak kabut asap.
Adapun langkah yang disiapkan meliputi penyusunan rencana kontingensi kesehatan masyarakat, penyediaan stok masker untuk dibagikan kepada warga, serta penyiagaan pusat pengungsian dari kabut asap yang dilengkapi pendingin udara dan pemurni udara.
“Kami sudah punya rencana kontingensi, dan kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat di Singapura,” kata Grace Fu meyakinkan.
Dirasakan di negara lain
Diketahui, dampak kabut asap akibat karhutla di Indonesia juga dirasakan negara lain di kawasan, antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina, termasuk Manila di bagian utara Filipina.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan pada Senin (12/10/26) mengatakan negaranya akan mengangkat persoalan kabut asap lintas batas dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN menjelang KTT ke-49 ASEAN di Manila pada November mendatang.
Seperti Antara menulis, pertemuan tersebut diharapkan membahas mekanisme regional untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas. (P-*/man)








