Pembalap memacu kecepatan saat balap Formula 1 GP Singapura 2025 di Sirkuit Marina Bay, Singapura, Minggu (5/10/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Then Chih Wey.
PRIORITAS, 9/10/26 (Singapore) : Formula One (FI) Singapore yang dimulai 9 hingga 11 Oktober 2026 dibayangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, Pemerintah Indonesia terus mengendalikan api sekaligus menekan dampak asap yang berpotensi meluas hingga Singapura.
Adapun upaya tedilakukan melalui pengerahan personel darat, pemadaman dari udara, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), di tengah kekhawatiran asap dapat mengganggu penyelenggaraan balapan Formula 1 (F1) di negara tersebut.
"Namun, OMC ini syaratnya adalah harus ada awan semai yang terbentuk. Jadi semua terus kita upayakan,” jelas Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki di Yogyakarta.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Singapore GP Pte Ltd Adam Firth menegaskan Grand Prix Singapura di Marina Bay Street Circuit jalan terus sesuai agenda meski terancam efek kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Sebelumnya, dikutip Antara, Badan Pengatur Olahraga Otomotif Dunia (FIA) menulis pernyataan resmi pada Kamis (8/10/26), mengenai pembatasan aktivitas luar ruangan termasuk hiburan yang mempunyai kemungkinan tidak dapat dilangsungkan jika kondisi asap yang menyelimuti Singapura semakin memburuk.
"Bertentangan dengan laporan media baru-baru ini, saat ini tidak ada rencana mengubah aktivitas hiburan kami di ajang Formula 1 Grand Prix Singapore," kata Firth dalam keterangan tertulis pada Jumat (9/10/26).
Penanganan Karhutla difokuskan
Menurut Wamen Wakil Kehutanan, penanganan karhutla saat ini perlu difokuskan pada penguatan personel dan upaya pemadaman langsung di lokasi kebakaran. Pemerintah mengerahkan berbagai unsur untuk mempercepat pengendalian api di sejumlah provinsi rawan karhutla.
“Ya, memang sekarang yang harus dilakukan memang di lapangan. Jadi memperkuat pasukan darat yang ada di lapangan dari berbagai pihak,” kata Rohmat saat menghadiri perayaan Dies Natalis ke-63 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (9/10/26).
Menurutnya, Kementerian Kehutanan mengerahkan Manggala Agni serta memperbantukan personel Polisi Kehutanan dari berbagai wilayah Indonesia ke enam provinsi rawan karhutla. Keenam provinsi tersebut adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Selain mengerahkan personel kehutanan, pemerintah melibatkan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten. Rohmat mengatakan Presiden juga telah memberikan bantuan kepada pemerintah daerah di wilayah rawan karhutla untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan.
“Bapak Presiden sudah memberikan bantuan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten yang rawan karhutla untuk memperkuat pemadaman yang ada di lapangan,” ujarnya.dikutip Beritasatu.com.
Penguatan penanganan karhutla diharapkan dapat mempercepat pemadaman dan menekan dampak asap terhadap lingkungan serta aktivitas masyarakat. Jika asap meluas hingga lintas negara, dampaknya juga berpotensi menjadi perhatian negara-negara di kawasan Asia Tenggara.(P-*/wr)








