PRIORITAS, 25/8/26 (Kuala Lumpur): Informasi dari Kuala Lumpur menyebutkan, Malaysia mengapresiasi tindakan cepat Indonesia dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), seraya menyatakan kesiapan untuk membantu Indonesia apabila diperlukan.
"Malaysia mengapresiasi dan mendukung tindakan cepat pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan," kata Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, seperti dikutip Antara dari BERNAMA di Kuala Lumpur, Selasa (25/8/26).
Selanjutnya Arthur menyampaikan, Malaysia mengapresiasi Indonesia terkait penambahan 1.500 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk penanggulangan Karhutla, penggunaan helikopter berkapasitas besar untuk metode water bombing (pengeboman air), serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca secara agresif di darat.
Dikatakan, Malaysia dan Indonesia juga sepakat untuk menggandakan upaya pencegahan dan penanganan dini dalam mengatasi kabut asap lintas batas guna memastikan kualitas udara membaik, terutama menjelang perayaan Hari Kemerdekaan dan Hari Malaysia.
Menggandakan upaya pencegahan dan penanganan
Disebut Arthur, masalah tersebut telah dibahas dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Jumhur Hidayat, melalui sambungan telepon.
“Mengingat fenomena El Nino diperkirakan meningkat intensitasnya pada Oktober 2026, bersamaan dengan Monsun Barat Daya, kedua negara berkomitmen untuk menggandakan upaya pencegahan dan penanganan dini,” ujar Arthur.
Diketahui, perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia 2026 akan digelar di Dataran Putrajaya pada 31 Agustus, sedangkan perayaan Hari Malaysia akan berlangsung di Kuching, Sarawak, pada 16 September.
Izin Operasi Penyemaian Awan
Kemudian, Arthur mengatakan pemerintah Malaysia menyampaikan apresiasi kepada Indonesia karena telah menyetujui izin resmi bagi pesawat untuk melintasi wilayah udara Indonesia guna melaksanakan Operasi Penyemaian Awan (OPA) yang mencakup wilayah di perbatasan kedua negara.
Ditambahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (NADMA) dan Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) sedang menyusun jadwal operasional yang akan dikoordinasikan dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dalam semangat solidaritas ASEAN, lanjutnya, Malaysia siap membantu Indonesia jika diperlukan. Malaysia juga siap membahas upaya bantuan itu ke dalam rapat kabinet.
Arthur Joseph Kurup mengatakan, Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan akan terus memantau secara cermat pergerakan titik panas dan kualitas udara saat ini melalui Departemen Lingkungan Hidup dan Meteorologi Malaysia, selain menjaga koordinasi erat dengan otoritas Indonesia demi kesejahteraan masyarakat kedua negara. (P-*/jr)








