Lompat ke konten
Selasa, 13 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSINTERNASIONALHUMANIORANEWSVIRALBencanaCuaca

Malaysia akui upaya RI telah maksimal soal Karhutla

Angkat isu asap ke ASEAN

Selvijn MJR2 menit baca
Bagikan
Malaysia akui upaya RI telah maksimal soal Karhutla
Menara Kembar Petronas diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (9/10/26). (Antara/Xinhua/Chen Zeguo)

PRIORITAS, 13/10/26 (Sepang): Memang Malaysia mengakui usaha maksimal Indonesia mengatasi Karhutla. Namun negeri jiran itu tetap akan mengangkat isu kabut asap lintas batas dalam pertemuan menteri luar negeri ASEAN sebelum KTT ke-49 ASEAN di Manila pada November mendatang untuk membahas mekanisme regional lebih efektif dalam menangani masalah tersebut.

Datuk Seri Mohamad Hasan, Menlu Malaysia mengatakan, isu kabut asap memerlukan perhatian khusus karena tidak tercakup dalam mekanisme yang ada untuk bencana alam di ASEAN.

"Kami sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau diklasifikasikan sebagai bencana alam. Jadi, ini akan menjadi salah satu isu yang akan saya angkat secara pribadi dalam pertemuan dengan rekan-rekan sejawat saya," ungkap Menlu Hasan usai menghadiri upacara pelepasan Raja Yordania Abdullah II di Kompleks Bunga Raya, Sepang, Malaysia, Senin (12/10/26) kemarin.

Kondisi jarak pandang sangat buruk

Ihwal upaya terbaru untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, Hasan mengatakan bahwa rekan sejawatnya, Menlu RI Arrmanatha Nasir, telah memberitahukan kondisi jarak pandang di daerah-daerah terdampak dalam kondisi sangat buruk, sehingga menghambat operasi pemadaman kebakaran dari udara.

"Indonesia memiliki tiga hingga empat pesawat terbang dan 34 helikopter, tetapi mereka tidak dapat lepas landas karena jarak pandang sangat buruk, sehingga tidak aman untuk melakukan penerbangan apa pun di daerah-daerah terdampak. Namun, mereka (Indonesia) telah mengerahkan 60.000 orang untuk bertugas di lapangan," kata Hasan lagi.

Dijelaskan bahwa Indonesia juga menghadapi tantangan karena kebakaran terjadi jauh di pedalaman, pasokan air terbatas, dan api masih terus membara di kawasan lahan gambut.

Tidak ada awan kumulonimbus

Mengenai operasi penyemaian awan tidak dapat dilakukan saat ini di Indonesia, kata Hasan, karena tidak ada awan kumulonimbus yang memadai.

Ditambahkan, Malaysia mengakui bahwa Pemerintah Indonesia sedang berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan kebakaran tersebut dan turut prihatin atas situasi yang dihadapi negara tersebut.

Tetapi, Malaysia tetap berharap Indonesia dapat mengambil langkah-langkah lebih efektif, karena situasi saat ini berdampak negatif terhadap masyarakat. Demikian Antara melansir BERNAMA-OANA. (P-*/sel)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami