Mantan ibu negara Korea Selatan divonis 20 bulan penjara karena korupsi

Jeffry Wuisan
Rabu, 28 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/1/26 (Seoul): Mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, dijatuhi hukuman 20 bulan penjara karena korupsi. Pengadilan memutuskan Keon Hee menerima suap sebagai imbalan atas bantuan politik.


Pengadilan Distrik Pusat Seoul memutuskan Kim Keon Hee telah menerima hadiah dari Gereja Unifikasi, sebuah gerakan keagamaan kontroversial.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Rabu (28/1/2026), pengadilan Korsel memutuskan dia menerima suap (gratifikasi) mewah, termasuk tas tangan dan kalung bermerek, sebagai imbalan atas bantuan politik.

“Terdakwa menyalahgunakan jabatannya sebagai sarana untuk mencari keuntungan,” kata pengadilan, seperti dilaporkan ABC News mengutip kantor berita Korea Yonhap.


Istri bekas Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol itu disebutkan gagal menolak barang-barang mewah kelas atas,  yang dibagikan terkait dengan permintaan Gereja Unifikasi dan malah fokus pada perhiasannya sendiri.

Pengadilan membebaskan Kim dari tuduhan manipulasi pasar saham dan pelanggaran undang-undang dana politik Korea Selatan, dengan alasan kurangnya bukti.

 

Bantah

Meski begitu, Kim Keon Hee membantah semua tuduhan tersebut.

Pengacaranya mengatakan tim akan meninjau putusan itu dan memutuskan apakah akan mengajukan banding atas vonis penyuapan tersebut.

Jaksa penuntut umum menuntut hukuman penjara 15 tahun dan denda sebesar 2,9 miliar won (2,9 juta dolar AS).

Jaksa khusus Min Joong-ki mengatakan lembaga-lembaga Korea Selatan sangat dirusak akibat penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Kim.

Putusan tersebut dijatuhkan beberapa minggu setelah pengadilan yang sama memvonis penjara selama lima tahun kepada suami Kim, mantan presiden Yoon Suk Yeol.

Yoon telah mengajukan banding setelah dinyatakan bersalah atas penghalangan tugas resmi, penyalahgunaan kekuasaan, pemalsuan dokumen resmi, dan penghancuran bukti.

 

Skandal

Yoon, yang digulingkan dari kekuasaan pada April lalu, juga menghadapi delapan persidangan atas tuduhan termasuk pemberontakan, setelah upayanya gagal untuk memberlakukan darurat militer pada Desember 2024.

Istrinya, Kim, seringkali ternoda skandal-skandalnya yang menutupi agenda politik domestik suaminya.

Gereja Unifikasi, yang mengklaim memiliki 10 juta pengikut di seluruh dunia dan menjalankan kerajaan bisnis yang luas, mengatakan hadiah-hadiah itu dikirimkan kepada Kim tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Pemimpinnya, Han Hak-ja, yang juga sedang diadili, membantah dia mengarahkan pemberian hadiah tersebut untuk menyuap ibu negara.

Presiden Korea Selatan saat ini yang berhaluan kiri, Lee Jae Myung, awal bulan ini menggemakan seruan dari para pemimpin Kristen dan Buddha arus utama untuk membubarkan Gereja Unifikasi.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan