PRIORITAS, 23/8/26 (Sitaro): Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Sitaro saat ini semakin dirasakan masyarakat, baik di Pulau Siau, pulau Tagulandang maupun pulau Biaro. Apalagi di pulau-pulau kecil seperti Makalehi dan pulau-pulau di depan pelabuhan Ulu Siau.
Di Tagulandang, kelangkaan BBM telah berlangsung selama sebulan. Kondisi itu mulai menimbulkan kepanikan warga karena bahan bakar sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kelangkaan tersebut juga berdampak langsung terhadap harga BBM di tingkat pengecer. Pertalite yang biasanya dijual sekitar Rp15 ribu per liter kini melonjak hingga Rp20 ribu per liter.
Kenaikan harga tersebut membuat masyarakat semakin terbebani. Kondisi itu juga mengganggu aktivitas para pengemudi ojek dan kendaraan penumpang yang bergantung pada ketersediaan BBM.
Sebulan BBM langka, aktivitas warga terganggu
Ratusan tukang ojek dan pengemudi kendaraan penumpang di Tagulandang kini kelimpungan. Mereka kesulitan mendapatkan BBM untuk menjalankan aktivitas dan mencari penghasilan.
“Tidak ada minyak, pak,” kata James, seorang tukang ojek, ketika awak media meminta untuk mengantar ke pusat Kecamatan Tagulandang, Buhias.
Kondisi tersebut menggambarkan dampak langsung kelangkaan BBM terhadap mobilitas masyarakat. Warga tidak hanya menghadapi kenaikan harga, tetapi juga kesulitan memperoleh BBM.
Kelangkaan BBM juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Para pengemudi angkutan umum dan ojek menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya karena membutuhkan BBM setiap hari.
Cuaca buruk hambat pasokan dari Bitung
Berdasarkan pantauan Berita Prioritas, kelangkaan BBM di Sitaro berkaitan dengan terputusnya pasokan dari Bitung. Kapal pengangkut BBM belum dapat masuk ke wilayah tersebut akibat kondisi cuaca laut yang buruk.
Angin kencang dan gelombang tinggi menjadi hambatan utama bagi pelayaran kapal pengangkut BBM. Kondisi laut tersebut membuat distribusi pasokan menuju Sitaro belum berjalan normal.
Persoalan geografis Sitaro sebagai daerah kepulauan turut memperbesar tantangan distribusi BBM. Pasokan dari wilayah sumber harus menggunakan jalur laut sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Pemerintah berupaya memastikan pasokan BBM segera kembali tersedia bagi masyarakat.
Kapal pasokan dijadwalkan tiba Senin
Pemkab Sitaro dalam rilisnya menyatakan ketersediaan BBM menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan dan distribusi BBM.
Berdasarkan informasi Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Kepulauan Sitaro, kapal pembawa pasokan BBM rencananya tiba pada Senin, 24 Agustus 2026.
Pemerintah dan masyarat Sitaro berharap kedatangan kapal tersebut dapat mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Siau, Tagulandang, dan Biaro. Pemerintah juga berharap distribusi segera berjalan setelah kapal tiba.
Pemkab Sitaro mengimbau masyarakat tetap tenang dan bersabar sambil menunggu pasokan. Pemerintah juga berharap masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar BBM dapat didistribusikan secara merata.
Jika pasokan kembali normal, pemerintah berharap harga BBM di tingkat pengecer dapat kembali terkendali. Aktivitas tukang ojek, kendaraan penumpang, serta perekonomian masyarakat pun kiranya akan kembali berjalan normal. (P-*/sm)








