Lompat ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Breaking
MEGAPOLITANJakartaHUMANIORALingkungan

Aksi bentang spanduk krisis iklim di Bundaran HI, polisi evakuasi 6 aktivis Greenpeace

Dua di antaranya perempuan, 1 lemas

Herling Tumbel3 menit baca
Bagikan
Aksi bentang spanduk krisis iklim di Bundaran HI, polisi evakuasi 6 aktivis Greenpeace
Aksi sejumlah aktivias organisasi internasional Green Peace di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, membentangkan spanduk raksasa berisi protes terhadap pemerintah. (Courtesy: Antara)

PRIORITAS, 20/10/26 (Jakarta): Aparat gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat bersama unsur TNI dan Pemprov DKI Jakarta berhasil mengevakuasi enam aktivis Greenpeace Indonesia.

Tindakan tegas itu dilakukan karena  para aktivis tersebut nekat memanjat dan membentangkan spanduk raksasa di atas Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI), Jakart, pada Selasa (20/10/26) pagi.

Aksi pemanjatan yang dilakukan kelompok aktivis lingkungan ini dilaporkan berlangsung singkat sekitar pukul 06.05 hingga 06.15 WIB. Mereka membentangkan spanduk besar berlatar kuning dari puncak monumen hingga menjulur ke area kolam.

Spanduk tersebut memuat pesan kritis mengenai dampak bencana alam, tingginya biaya hidup, serta seruan tegas terkait penanganan krisis iklim.

Libatkan pemadam kebakaran dan 6 ambulans

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, menjelaskan bahwa proses penurunan para aktivis berjalan dengan aman berkat kerja sama tim terpadu dari kepolisian, Kodim 0501 Jakarta Pusat, serta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

"Keenam orang itu dapat kita evakuasi dan tidak satu pun yang tertinggal di atas. Kami mengutamakan keselamatan jiwa raga kepada saudara-saudara kita yang sedang mengekspresikan pendapatnya di atas Patung Selamat Datang," ujar Reynold di Jakarta, Selasa (20/10/26).

Kelompok tersebut diketahui terdiri atas dua perempuan dan empat laki-laki. Salah seorang aktivis perempuan dilaporkan mengalami kondisi fisik yang melemas saat diturunkan dari monumen.

Petugas medis yang siaga langsung membawanya menggunakan ambulans ke klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk mendapatkan perawatan intensif. Secara keseluruhan, polisi menyiagakan enam unit ambulans di lokasi kejadian.

Ingatkan Bundaran HI adalah cagar budaya terlindungi

Pihak kepolisian menegaskan bahwa negara sepenuhnya menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

Kendati demikian, Reynold menyayangkan pemilihan lokasi aksi yang berisiko merusak fasilitas publik bernilai sejarah.

Reynold mengingatkan bahwa kawasan Bundaran HI telah resmi ditetapkan sebagai struktur cagar budaya melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024. Regulasi perlindungannya juga tertuang kuat dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

"Kami mengimbau kepada saudara-saudara kami yang akan menyampaikan pendapat agar tidak mencederai perjuangan dalam ekspresi ataupun penyampaian pendapat di muka umum," kata Reynold.

Ia meminta agar penyampaian aspirasi ke depan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban umum.

Polisi selidiki cara aktivis memanjat monumen

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai bagaimana cara para aktivis lingkungan tersebut bisa mengelabui pengamanan dan memanjat hingga ke puncak Monumen Selamat Datang di pagi buta.

Tim penyidik Polres Metro Jakarta Pusat tengah mengumpulkan dan memeriksa seluruh rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar kawasan Bundaran HI untuk memetakan kronologi waktu serta proses pergerakan massa hingga mencapai bagian atas struktur monumen. (P-Ant/ht)

 

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami