
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan (kanan) dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kiri) bertemua di Istanbul, Turki, 30 Januari 2026.(ynetglobal)PRIORITAS, 10/2/26 (Ankara): Pemerintah Turki secara blak-blakan mengungkapkan tak ingin Iran memiliki bom nuklir.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, bahkan memperingatkan jika Amerika Serikat gagal menekan Iran untuk menghilangkan pengayaan uranium sebagai bahan bom atau senjata nuklir, Turki bisa bergabung dalam perlombaan senjata nuklir.
“Jika Iran memperoleh senjata nuklir, negara lain tidak akan bisa tetap acuh tak acuh,” kata Fidan dalam sebuah wawancara dengan CNN Turk seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Jerusalem Post, hari Selasa (10/2/2026)
Ia menambahkan dampaknya tidak akan terbatas pada Iran saja. Ia juga memperingatkan akan adanya reaksi berantai di seluruh Timur Tengah yang didorong logika pencegahan dan peningkatan persepsi ancaman.

Fidan mengatakan Turki tetap menentang proliferasi nuklir dan mendukung solusi diplomatik, tetapi menekankan realitas regional dapat memaksa negara-negara untuk menilai kembali pilihan mereka.
“Anda tidak bisa mengharapkan negara-negara hanya menonton,” katanya, menggambarkan skenario di mana kemampuan nuklir Iran dapat menciptakan “perlombaan” yang akan sulit dikendalikan begitu dimulai.
Ia memandang isu tersebut sebagai masalah keseimbangan strategis daripada ideologi.
Risiko eskalasi
Menurut Menlu Turki, munculnya Iran kekuatan nuklir baru di kawasan Timur Tengah akan meningkatkan risiko eskalasi dan kesalahan perhitungan. “Ini bukan hanya masalah Iran,” tegasnya.
Ia menyebut nuklir Iran sebagai masalah keamanan regional dan internasional yang lebih luas dapat mengubah batasan bagi banyak ibu kota.
“Mencegah Iran memperoleh senjata nuklir harus dianggap sebagai prioritas internasional bersama”, tegasnya.
Ia menilai begitu tekanan proliferasi mulai berpengaruh, akan jauh lebih sulit untuk membalikkannya.
Fidan juga mengindikasikan Turki lebih memilih de-eskalasi dan diplomasi yang diperbarui, tetapi berpendapat diplomasi harus menghasilkan hasil yang konkret.
“Yang terpenting adalah mencegah realitas nuklir baru di kawasan ini,” ujarnya, seraya memperingatkan kegagalan perundingan AS dan Iran akan membawa konsekuensi serius bagi stabilitas. (P-Jeffry W)

