PRIORITAS, 30/1/26 (Jakarta): Terkait ‘saham gorengan’ usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok, mendorong pihak Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri akan mendalami indikasi pidana
“Pasti (akan mendalami). Saat ini pun penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberapa perkara serupa,” ungkap Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Ade Safri Simanjuntak di Jakarta, Jumat.
Disebutkan, salah satu kasus serupa yang telah ditangani Dittipideksus Bareskrim Polri ialah penyidikan terhadap Direktur PT Multi Makmur Lemindo Junaedi serta mantan Kanit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan tercatat 2 Divisi PP1 PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Mugi Bayu.
Dikatakan, kasus tersebut kini telah inkrah dan keduanya terbukti melanggar ketentuan Pasal 104 juncto Pasal 90 huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan putusan masing masing pidana penjara 1 tahun 4 bulan dan denda Rp2 miliar.
Aksi ‘panic selling’
IHSG BEI pada Rabu (28/1) ditutup melemah seiring reaksi emosional dan aksi panic selling pelaku pasar pasca-pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait dengan proses review dan rebalancing saham-saham di Indonesia.
Lalu, IHSG ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen ke posisi 8.320,55. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun.
Hanya syok sesaat
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penurunan IHSG dipicu oleh penilaian MSCI terkait isu transparansi pasar saham Indonesia dan rendahnya tingkat floating sejumlah emiten. Laporan tersebut dianggap telah membuka praktik manipulasi harga saham.
“Ini hanya syok sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global gitu,” tutur Purbaya.
Pada Jumat sore ini, IHSG BEI ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Dilaporkan, IHSG ditutup menguat 97,41 poin atau 1,18 persen ke posisi 8.329,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 20,52 poin atau 2,52 persen ke posisi 833,53. (P-*r/jr)