PRIORITAS, 26/9/26 (Palu): PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo) menyiapkan investasi sekitar Rp500 miliar untuk memperluas akses listrik di hampir 300 lokasi perdesaan di Sulawesi Tengah pada 2026.
Anggaran tersebut merupakan bagian dari penugasan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempercepat pemerataan akses energi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan.
Senior Manager Perencanaan PLN UID Suluttenggo Wahidin mengatakan PLN mendapat tugas untuk segera menyelesaikan pembangunan kelistrikan di hampir 300 lokasi dengan estimasi investasi mencapai Rp500 miliar.
“Jadi tahun ini kami diminta untuk segera menyelesaikan hampir 300 lokasi dengan estimasi anggaran Rp500 miliar,” kata Wahidin di Palu, Jumat (25/9/26).
Medan ekstrem jadi tantangan
Pelaksanaan program listrik perdesaan tersebut tidak mudah. Sejumlah lokasi sasaran berada di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit. Kondisi tersebut membutuhkan pekerjaan pembukaan akses terlebih dahulu sebelum pelaksanaan pembangunan jaringan listrik.
Wahidin menyebut beberapa daerah yang menghadapi tantangan geografis antara lain Kabupaten Banggai Kepulauan, Morowali Utara, Sigi dan Donggala. Di sejumlah lokasi, PLN bahkan harus membuka jalan baru menggunakan alat berat seperti ekskavator. Dengan begitu material dan peralatan dapat mencapai titik pembangunan.
Selain persoalan geografis, pembangunan jaringan listrik juga menghadapi kendala perizinan, terutama ketika jalur jaringan harus melewati kawasan hutan lindung, area konservasi maupun lahan perkebunan masyarakat.
Kondisi tersebut membuat PLN membutuhkan dukungan pemerintah daerah agar proses pembangunan tidak terhambat oleh persoalan administrasi maupun sosial di lapangan.
PLN minta dukungan pemerintah daerah
Wahidin mengatakan pihaknya sangat membutuhkan sinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Terutama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan memperlancar proses perizinan.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah juga penting ketika pembangunan jaringan listrik berkaitan dengan lahan milik masyarakat maupun kawasan yang memiliki ketentuan khusus.
PLN sebelumnya telah menuntaskan penyambungan listrik desa di 94 lokasi di Sulawesi Tengah yang bersumber dari anggaran APBN 2025. Proses penyelesaian secara bertahap dan seluruh 94 lokasi telah tersambung pada Juni 2026.
Untuk penugasan 2026, PLN kembali harus mengejar pembangunan kelistrikan di hampir 300 lokasi dengan nilai investasi sekitar Rp500 miliar. Program tersebut berjalan bersamaan dengan upaya Pemprov Sulawesi Tengah mempercepat pembangunan listrik di 215 titik yang targetnya selesai pada akhir Desember 2026.
Ribuan desa sudah teraliri listrik
Hingga saat ini, PLN mencatat sebanyak 1.948 desa di Sulawesi Tengah telah mendapatkan akses listrik. Namun, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah titik yang berada di wilayah terpencil dan sulit menjangkaunya.
Pemprov Sulawesi Tengah juga telah mengusulkan sekitar 700 titik baru untuk pembangunan maupun pengembangan infrastruktur kelistrikan pada 2027. Usulan tersebut disampaikan kepada Kementerian ESDM dan PLN dengan mempertimbangkan dinamika kependudukan serta pertumbuhan rumah tangga baru.
Dengan demikian, tantangan pemerataan listrik di Sulawesi Tengah tidak hanya menyangkut penyelesaian proyek yang berjalan pada 2026, tetapi juga menyiapkan kebutuhan infrastruktur untuk titik-titik baru pada tahun berikutnya.
Pemerintah daerah bersama PLN dan Kementerian ESDM kini terus melakukan konsolidasi data, penyiapan lahan serta penyelesaian berbagai perizinan agar pembangunan jaringan listrik di wilayah perdesaan dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan akses energi. (P-*/Ant/sm)