Lompat ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
Breaking
EKBISNASIONALKoperasiPemerintahan

Prabowo: Koperasi bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi nasional, kritik ekonomi neoliberal

Herling Tumbel3 menit baca
Bagikan
Prabowo neoliberal 2
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam Puncak Acara Peringatan Hari Kpperasi Nasional ke-79 tahun 2026 di Indonesia Arena, GBK Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/26). (Screenshot YouTube BPMI Setpres)

PRIORITAS, 12/7/26 (Jakarta): Presiden RI, Prabowo Subianto, mengatakan pengembangan koperasi merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional yang mampu tumbuh secara berimbang bersama sektor-sektor ekonomi lainnya.

"Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No!" kata Prabowo Subianto dalam acara Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, GBK Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/26). Pada kesempatan yang sama, Presiden mengritik ekonomi neoliberal.

Presiden meyakini Indonesia memiliki sumber daya dan potensi yang besar untuk berkembang menjadi negara yang mandiri. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bersinergi agar setiap sektor dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

"Kita perkuat, Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit, dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini," tegas Prabowo, seperti dilansir dari tvrinews.com.

Kepala Negara juga menegaskan bahwa koperasi tetap menjadi salah satu soko guru perekonomian nasional. Menurutnya, upaya pemerintah memperkuat koperasi tidak berarti mengurangi peran ataupun melemahkan sektor ekonomi lainnya. Tvrinews.com

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak masyarakat untuk tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia. Ia menilai keyakinan dan semangat bersama menjadi modal penting dalam mewujudkan kemajuan bangsa.

"Yang ragu-ragu, duduk di rumah saja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, tidak ada yang melarang,"tuturnya.

Kritik ekonomi neoliberal

Pada bagian lain pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan ekonomi Indonesia harus kembali berlandaskan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan koperasi.

Menurutnya, model ekonomi neoliberal yang berkembang selama beberapa dekade terakhir tidak mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat luas dan justru bertentangan dengan cita-cita para pendiri bangsa.

"Kita melihat ekonomi Indonesia dikuasai oleh paham ekonomi neoliberal yang sesungguhnya adalah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945," kata Prabowo, dikutip dari liputan6.com.

Menurut Presiden, pemerintah telah berjuang mengembalikan arah pembangunan ekonomi nasional agar kembali mengacu pada konsep ekonomi kekeluargaan yang memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berperan dalam pembangunan.

"Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang oleh pendiri-pendiri bangsa kita, yaitu ekonomi kekeluargaan, ekonomi kerakyatan, ekonomi di mana semua unsur harus berperan dan harus diberi kesempatan," ujarnya.

Lebih lanjut Prabowo mengatakan, perubahan arah pembangunan tersebut bukan untuk menyalahkan kebijakan masa lalu. Ia menilai para pemimpin Indonesia pada saat itu memiliki keyakinan bahwa sistem ekonomi Barat mampu membawa kemajuan dalam waktu singkat.

"Saudara-saudara, kita tidak mencari kesalahan masa lalu. Kita akui itu kesalahan kita bersama, kesalahan para elit. Waktu itu mungkin kita terkesima oleh keunggulan Barat," katanya.

Namun, setelah puluhan tahun berjalan, Prabowo menilai sistem kapitalisme neoliberal tidak memberikan manfaat yang diharapkan bagi masyarakat luas.

"Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa paham kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil dan tidak akan membawa kesejahteraan dan tidak mungkin membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan rasa kedekatannya dengan gerakan koperasi yang menurutnya selalu mendukung perjuangannya selama bertahun-tahun.

"Koperasi itu memang saya merasa adalah keluarga saya. Walaupun saya kalah presiden berapa kali, saya merasa gerakan koperasi selalu berada bersama saya," ucap Prabowo.

Kekayaan negara

Presiden menambahkan, setelah memimpin pemerintahan, ia semakin menyadari besarnya potensi sumber daya Indonesia. Namun, di sisi lain, ia juga prihatin karena banyak kekayaan nasional yang dinilai tidak memberikan manfaat optimal bagi rakyat.

"Sesudah saya dilantik dalam minggu-minggu pertama saya jadi presiden, saya sadar betapa kayanya bangsa Indonesia. Tetapi saya juga sedih. Saya juga merasa dihantam di ulu hati saya melihat betapa besar kekayaan Indonesia dicuri. Betapa besar kekayaan kita dibawa ke luar negeri," kata Prabowo.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan kekayaan Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, sesuai amanat konstitusi. (P-*/ht)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami