PRIORITAS, 29/8/26 (Jakarta): Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencatat rata-rata omzet penjualan sekitar Rp1,2 juta per hari setelah mulai beroperasi.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0721/Blora Maningsun mengatakan sejumlah KDKMP yang menjalankan kegiatan perdagangan mampu mencatat omzet rata-rata Rp1,2 juta per hari. Namun, setiap koperasi memiliki capaian berbeda sesuai jenis dan ketersediaan barang di masing-masing gerai.
"Dari sejumlah koperasi yang sudah beroperasi, omzet atau penjualannya rata-rata bisa mencapai Rp1,2 juta, meskipun ada pula yang omzet penjualannya R 600.000-an karena disesuaikan dengan jenis dan ketersediaan barang yang terdapat di masing-masing gerai," kata Maningsun, Sabtu (29/8/26).
Sebanyak 295 KDKMP di Kabupaten Blora sudah mengantongi badan hukum. Pengelola telah menyelesaikan pembangunan 233 gerai, sementara 55 gerai kini menjalankan operasional dan melayani transaksi.
KDKMP tunggu sarana dan pasokan
Pengelola juga telah menyelesaikan pembangunan fisik 178 lokasi KDKMP. Namun, koperasi tersebut belum menjalankan operasional karena pengelola masih melengkapi sarana dan prasarana serta menunggu pasokan barang dari Agrinas.
Maningsun mengatakan ketersediaan stok masih menjadi salah satu tantangan bagi KDKMP yang menjalankan usaha. Saat persediaan barang mulai menipis atau habis, pengelola akan melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait untuk meminta penambahan stok.
"Kalau stok barang di KDKMP sudah menipis bahkan habis, harapannya bisa segera diisi ataupun dikirim," tuturnya.
Maningsun berharap seluruh KDKMP segera menjalankan operasional setelah menyelesaikan pembangunan. Menurutnya, koperasi tersebut dapat membantu menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Sebanyak 62 Lokasi Belum Dibangun
Sebanyak 62 lokasi dari total 295 KDKMP di Kabupaten Blora masih menunggu pembangunan. Pemerintah masih menyiapkan lahan dan menyelesaikan proses perizinan di sejumlah titik tersebut.
Dikutip dari Antara, Maningsun mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan lahan pembangunan koperasi. Setelah pemerintah memastikan administrasi dan lokasi memenuhi persyaratan, pihaknya akan mengajukan usulan pembangunan kepada Agrinas.
“Seluruh 295 KDKMP di Kabupaten Blora dapat selesai dibangun dan beroperasi sesuai target pemerintah pada akhir 2026,” imbuhnya. (P-Zamir)








