PRIORITAS, 17/8/26 (Banda Aceh): Situasi di Banda Aceh Sabtu (15/8/26) lalu mencekam. Dilaporkan, sehubungan dengan peringatan Hari Damai Aceh ke-21, terjadi aksi penurunan bendera Merah Putih, disusul pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, oleh massa yang kemudian menimbulkan kericuhan.
Dilaporkan, aksi tersebut mendapat larangan dari aparat TNI yang berjaga di lokasi. Aparat kemudian melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara.
Situasi berubah mencekam dan memanas saat terdengar letusan tembakan yang membuat massa yang menguasai Masjid Raya Baiturrahman tiarap. Sejenak kemudian massa lalu bergerak mengejar aparat, dan melempari mereka dengan batu bata dan benda-benda lainnya.
Aksi pelemparan berlangsung dari kawasan halaman masjid hingga ke sekitar Gedung DPRK Banda Aceh dan Simpang Kodim, seperti dilaporkan kumparan.com yang dilansir Beritaprioritas.com pada Senin (17/8/26).
Disebutkan, polisi yang melakukan pengamanan kemudian berupaya membubarkan massa. Imbauan melalui mobil pengeras suara tak diindahkan. Polisi sempat menyemprotkan air ke arah massa, sebelum akhirnya menggunakan gas air mata untuk mengendalikan situasi.
Gas air mata membuat massa berhamburan meninggalkan kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan terkena lemparan batu. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka dalam kericuhan tersebut.
Kapolda Aceh temui massa

Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddi Setiawan, turun langsung menemui massa, membuka dialog, dan bernegosiasi, membuat situasi yang sebelumnya panas berubah kondusif. (Ist.)
Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddi Setiawan, kemudian turun langsung menemui massa aksi saat kericuhan terjadi. Ruddi melewati barisan pasukannya. Ia lalu mendekat dan berjalan mendekati kerumunan massa untuk berdialog.
Di hadapan massa, Kapolda Aceh mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan perdamaian Aceh. “Kita sama-sama saling menjaga supaya kita ini damai, tenteram, dan juga Aceh maju,” kata Ruddi.
Tanpa rasa takut, Ruddi kemudian berdiri di tengah kerumunan dan berkomunikasi langsung dengan massa. Dalam dialog tersebut, massa menyampaikan permintaan agar warga yang sebelumnya diamankan aparat segera dilepaskan.
Kapolda kemudian memenuhi permintaan tersebut. Sekitar pukul 14.18 WIB, dua warga yang sebelumnya diamankan dibebaskan dan dihadirkan di hadapan massa dengan didampingi langsung oleh Kapolda Aceh. Ruddi juga bersalaman dengan sejumlah massa sebagai upaya meredakan ketegangan.
Manyusul dilepaskannya dua warga tersebut, beberapa warga lainnya yang sebelumnya diamankan aparat turut dibebaskan secara bertahap. Sepanjang aksi, sedikitnya lima warga disebut telah dilepaskan petugas. Dua di antaranya terlihat mengalami luka dengan kondisi kepala diperban.
Langkah Kapolda turun langsung ke tengah massa menjadi salah satu upaya meredakan ketegangan setelah aksi sempat diwarnai benturan antara massa dan aparat. Setelah situasi berangsur kondusif, sebagian massa kemudian bergerak menuju Gedung DPRA.
Sekitar pukul 15.13 WIB, Kapolda Aceh bersama Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, kembali mendatangi halaman Masjid Raya Baiturrahman. Keduanya kemudian menyaksikan bendera bulan bintang yang dipasang massa di kawasan tengah kompleks masjid.
TNI minta masyarakat hormati simbol negara

Kapuspen TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menyayangkan peristiwa penurunan bendera Merah Putih di Banda Aceh. (Courtesy: Instagram/@puspentni)
Tentara Nasional Indonesia, melalui Kapuspen Mayjen Muhammad Nas, menyayangkan terjadinya peristiwa penurunan bendera Merah Putih yang digantikan bendera GAM.
“Sangat kita sayangkan kejadian ini, TNI mengimbau mari kita hormati simbol negara dan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu suasana damai,” kata Kapuspen TNI, lewat keterangannya.
“TNI senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam rangka menjaga stabilitas serta kondusivitas wilayah,” kata Muhammad Nas.
Minggu (16/8/26) prajurit TNI membawa bendera Merah Putih untuk dikibarkan di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh.
Prajurit TNI dari Kodim 0101 KBA, Yonif Raider 112/Dharma Jaya, Yon Zipur 16/Dhika Anoraga, dan Yon Armed 17/Rencong Cakti lalu kembali memasang bendera dan umbul-umbul Merah Putih yang sebelumnya dirusak massa.
Pengibaran kembali bendera tersebut dilakukan untuk menyambut HUT 81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengembalikan suasana Merah Putih di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. (P-*/ht)