Tak mau putus sekolah! Belasan warga binaan Rutan Kotamobagu kembali duduk di bangku belajar

Sem Muhaling
Kamis, 1 Oktober 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 1/10/26 (Kotamobagu): Pendidikan tetap menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotamobagu, Sulawesi Utara. Belasan warga binaan mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A sebagai upaya memenuhi hak mereka untuk memperoleh pendidikan selama menjalani masa pidana.


Program tersebut memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk tetap mengikuti proses pembelajaran meskipun berada di lingkungan rutan. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta sebagai bekal ketika mereka nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Sulap aula rutan jadi ruang kelas

Kepala Rutan Kelas IIB Kotamobagu, Aris Yuliyanta, mengatakan pendidikan kesetaraan merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan pemasyarakatan.

Menurut Aris, program tersebut tidak hanya memberikan kesempatan belajar, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan. Hal itu dapat membantu warga binaan mengembangkan potensi diri.


“Program penyetaraan Paket A tersebut merupakan bentuk pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan pemasyarakatan,” kata Aris di Kotamobagu, Rabu, 30 September 2026.

Pembelajaran mulai sekitar pukul 14.00 WITA. Aula Rutan Kotamobagu menjadi ruang kelas sehingga para peserta dapat mengikuti proses belajar dalam suasana yang tertib dan kondusif.

Dalam kegiatan tersebut, dua orang tutor dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) memberikan materi kepada warga binaan peserta Paket A. Proses pembelajaran berupa penyampaian materi dan interaksi langsung antara tutor dengan peserta didik.

Pendidikan jadi bagian pembinaan

Aris mengatakan Rutan Kotamobagu akan terus mendukung pelaksanaan program pendidikan bagi warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan.

Ia berharap kegiatan pendidikan kesetaraan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian peserta memperoleh manfaat tidak hanya selama berada di rutan, tetapi juga menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana.

“Diharapkan berlanjutnya program pembelajaran penyetaraan Paket A dapat memberikan manfaat dan menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri melalui pendidikan,” ujarnya.

Program pendidikan kesetaraan di Rutan Kotamobagu sebelumnya juga diberitakan mencakup jenjang Paket A, Paket B dan Paket C. Kegiatan tersebut melibatkan tutor dari SKB sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh warga binaan.

Bekal kembali ke masyarakat

Pelaksanaan pendidikan bagi warga binaan menjadi salah satu bagian dari upaya pembinaan oleh pihak Rutan. Tujuannya agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Selain pendidikan, Rutan Kotamobagu juga menjalankan berbagai kegiatan pembinaan lainnya. Pada September 2026, misalnya, rutan menggandeng Universitas Dumoga Kotamobagu untuk memberikan pemahaman mengenai aturan hukum kepada warga binaan.

Melalui keberlanjutan berbagai program tersebut, Rutan Kotamobagu berupaya menciptakan proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan kemampuan diri sebelum kembali ke masyarakat. (P-*/Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan