Hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi, GMNI Manado soroti manfaat strategis pertahanan

Johanes Christiaan
Selasa, 3 Maret 2026
1 menit membaca

PRIORITAS, 3/3/2026 (Manado): DPC GMNI Manado menilai hibah kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia merupakan keuntungan strategis bagi Indonesia, khususnya dalam memperkuat postur pertahanan laut.

Kapal induk yang telah dinonaktifkan sejak akhir 2024 itu dijadwalkan tiba di Indonesia sebelum peringatan Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026. Meski sifatnya hibah, Indonesia tetap harus mengalokasikan anggaran besar untuk modernisasi, perawatan, pelatihan awak, serta kesiapan operasional. Total biaya diperkirakan mencapai sekitar Rp7,5 triliun yang bersumber dari beberapa komponen pembiayaan.

Namun demikian, Ketua DPC GMNI Manado 2025–2027, Matthew Liling, menilai langkah Kementerian Pertahanan ini membuka sejumlah keuntungan strategis bagi Indonesia.

“Pertama, Indonesia memperoleh kapal induk pertamanya tanpa biaya pembelian. Kedua, memperkuat kemampuan operasi militer selain perang. Ketiga, meningkatkan kapabilitas proyeksi kekuatan maritim di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa hibah ini juga memperkuat hubungan pertahanan dengan Italia, membuka akses teknologi Eropa, meningkatkan prestise maritim, serta mendorong pengembangan industri pertahanan nasional.

Menurutnya, nilai terbesar dari hibah tersebut adalah diperolehnya aset strategis bernilai tinggi dengan biaya akuisisi nol.

“Namun tantangan tetap ada, seperti tingginya biaya operasional, kebutuhan kapal pengawal, hingga adaptasi doktrin TNI AL. Karena itu, pemanfaatannya perlu difokuskan pada misi kemanusiaan dan pertahanan wilayah, bukan ekspansi ofensif,” tutur Alumni Fakultas Hukum Unsrat tersebut. (P-Deon Wonggo)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025