Tonton Youtube BP

Gubernur Riau Abdul Wahid  terjaring OTT KPK

Herling Tumbel
3 Nov 2025 22:08
3 minutes reading

PRIORITAS, 3/11/25 (Jakarta): Operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Riau, Abdul Wahid. Dalam OTT tersebut KPK dikabarkan mengamankan 10 orang.

“Benar ada kegiatan tangkap tangan di Riau, saat ini ada 10 orang yang diamankan dalam OTT,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di KPK, Jakarta Selatan, Senin (3/10/25) malam.

Kendati demikian, Budi belum merinci lebih lanjut soal perkara yang melilit Gubernur Riau dan kawan-kawan. Budi menyebut sampai saat ini penyidik masih berada di lapangan.

“Pihak yang diamankan KPK masih berstatus terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status tersangka,” kata Budi, sebagaimana dilansir dari Antara.

Secara terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan KPK telah menyita sejumlah alat bukti dalam OTT tersebut. Selanjutnya, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang telah ditangkap ini.

Bekerja di sawah demi bertahan hidup

Melansir laman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau, sebagaimana dikutip dari tirto.id, Abdul Wahid lahir di Desa Balaras, Mandah, Indragiri Hilir, Riau, pada 21 November 1980. Abdul Wahid menghabiskan masa kecilnya di Sungai Simbar (Desa Simbar, Kecamatan Kateman, Indragiri Hilir), tempat keluarganya pindah sejak ia baru berusia 40 hari.

Keluarganya saat itu memiliki kebun kelapa yang menghidupi sosok Abdul Wahid kecil. Pun setelah ayahnya wafat saat Abdul Wahid berusia 10 tahun, kebun kelapa masih menjadi sumber penghidupan keluarga.

Abdul Wahid dibesarkan dengan pendidikan berbasis agama. Ia menempuh pendidikan MTs Sei Simbar hingga melanjutkan sekolah di MAN 1 Tembilahan. Belum sempat lulus dari MAN, Abdul Wahid melanjutkan pendidikannya di Pesantren Ashabul Yamin di Lasi Tuo, Kecamatan Ampek Angkek Canduang.

Berdasarkan info di laman Pemerintah Provinsi Riau, Abdul Wahid menghadapi lika-liku sejak usia remaja. Semasa mondok, Abdul Wahid disebutkan harus bekerja membantu di sawah dan ladang demi bertahan hidup.

Setelah lulus dari pondok pada 2000, Abdul Wahid melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.

Bergabung dengan PKB

Disebutkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau, Abdul Wahid mulai dekat dengan politik sejak masuk di UIN Suska Riau fakultas tarbiyah jurusan pendidikan agama Islam. Ia kemudian bergabung menjadi kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dari situ, Abdul Wahid dipercaya menduduki sejumlah jabatan di internal partai, termasuk Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Riau, Sekretaris Dewan Tanfidz DPW PKB Riau, Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Riau, hingga Abdul Wahid telah menjadi Ketua DPW PKB Provinsi Riau.

PKB pula yang menjadi kendaraan politik Abdul Wahid hingga menduduki kursi sebagai legislator daerah hingga nasional. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Riau dari Fraksi PKB pada 2009-2014. Tahun 2014-2019, Abdul Wahid bahkan menjadi Ketua Fraksi PKB DPRD Riau.

Kariernya berlanjut ke Senayan. Ia pertama kali dipercaya sebagai anggota DPR RI pada 2019-2024 dan pernah menjadi Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI. Lalu, ia juga kembali terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 sebelum maju dalam pencalonan Gubernur Riau dalam Pilkada 2024.

Diusung PKB, Abdul Wahid berpasangan dengan S. F. Hariyanto dalam Pilkada Riau 2024. Ia kemudian terpilih sebagai Gubernur Riau periode 2025-2030 usai meraih suara terbanyak dari total tiga pasangan calon Pilkada 2024. Namun belum genap setahun menjabat, Abdul Wahid kini terjaring OTT KPK. (P-Elkana Lengkong/ht)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x