Lompat ke konten
Kamis, 15 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSMEGAPOLITANPOLKAMKeamananPOLRIJakartaNEWSVIRAL

Demo 27 Agustus: Massa anarkis tak dikenal bakar pos polisi, Polda Metro tangkap sejumlah orang bawa Sajam

Jeffrey Rawis1 menit baca
Bagikan
1787846297-1125x619
Massa demo 27 Agustus di Slipi ditembak gas air mata. (Ciurtesy Beritasatu.com/Andrew Tito)

PRIORITAS, 27/8/26 (Jakarta): Hingga berita ini diturunkan, kerumunan massa terlihat memadati kawasan simpang Slipi, antara ruas Jalan Palmerah Utara hingga Jalan Letjen S Parman, Jakarta. Konsentrasi massa justru terjadi setelah peserta aksi demonstrasi di depan gedung DPR dibubarkan polisi pada Kamis petang.

Kerumunan massa terlihat memadati kawasan simpang Slipi, antara ruas Jalan Palmerah Utara hingga Jalan Letjen S Parman, Kamis 27 Agustus 2026 malam WIB. (CCTV Pemprov Jakarta)

Namun, sebelum adanya konsentrasi massa, beredar kabar pos polisi yang berada di persimpangan tersebut dirusak dan dibakar oleh orang tak dikenal. Berdasarkan pantauan dari laman CCTV publik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, keberadaan massa tak dikenal itu hanya berlangsung sebentar.

Kemudian, ratusan orang nampak mulai berkumpul di sekitar persimpangan Slipi pukul 21.55 WIB. Namun, tak sampai 15 menit kemudian mereka terlihat membubarkan diri tanpa adanya tekanan maupun kehadiran anggota kepolisian di lokasi.

Bakar motor polisi

Beberapa jam sebelumnya, aksi massa pelajar di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berujung pada perusakan sejumlah fasilitas umum.

Di samping membakar sepeda motor yang diduga milik anggota kepolisian, massa pelajar merusak rambu lalu lintas dan kamera CCTV pemantau kondisi jalan di sekitar Jalan Pejompongan Raya.

Dari pantauan di lapangan, seorang remaja yang diduga pelajar terlihat memanjat tiang lampu penerangan jalan. Dari atas tiang, remaja tersebut merusak rambu lalu lintas dan kamera CCTV yang terpasang di lokasi.

Adapun aksi perusakan dilakukan menggunakan sebatang bambu. Remaja tersebut terlihat memukul sejumlah fasilitas hingga mengalami kerusakan. Perusakan fasilitas umum terjadi setelah massa sebelumnya membakar sepeda motor yang diduga milik polisi itu.

Lalu, massa kemudian bergerak di sekitar Jalan Pejompongan Raya dan melakukan perusakan terhadap fasilitas publik. Dilansir Beritasatu.com, rambu lalu lintas dan kamera CCTV menjadi sasaran aksi. (P-*/jr)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami